Berita Viral
Daftar Riwayat Penyakit Paus Fransiskus yang Kini Kritis, Infeksi Pernapasan hingga Gagal Ginjal
Inilah daftar riwayat penyakit Paus Fransiskus yang kini masih berada dalam kondisi kritis, mulai dari pneumonia bilateral hingga gagal ginjal ringan.
Editor: Dika Pradana
TRIBUNTRENDS.COM - Inilah daftar riwayat penyakit Paus Fransiskus yang kini masih berada dalam kondisi kritis, mulai dari pneumonia bilateral hingga gagal ginjal ringan.
Hingga kini, Senin, 24 Februari 2025, kondisi kesehatan Paus Fransiskus masih menjadi sorotan publik lantaran saat ini dikabarkan menderita gagal ginjal ringan.
Pejabat Vatikan menyatakan bahwa Paus Fransiskus tidak lagi mengalami serangan pernapasan yang sebelumnya menghantui kesehatannya. Beberapa tes darah terbaru menunjukkan Paus Fransiskus mengalami gagal ginjal ringan dan dini.
Baca juga: Update Kondisi Paus Fransiskus, Hasil Tes Darah Terbaru Deteksi Gagal Ginjal, Vatikan: Masih Kritis
- Penyakit Paru-Paru Kronis
Pada usia 21 tahun, Jorge Bergoglio (nama lahir Paus Fransiskus) mengalami infeksi pernapasan yang sangat serius, yang mengharuskannya menjalani operasi untuk mengangkat sebagian paru-parunya.
Operasi tersebut adalah langkah penting untuk menyelamatkan nyawanya, tetapi juga menyebabkan ia menjadi lebih rentan terhadap berbagai masalah pernapasan, seperti bronkitis, infeksi paru-paru, dan pneumonia.
Keadaan paru-parunya yang rapuh membuat Paus Fransiskus harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatannya sepanjang hidup.
Pada tahun 2023, ia kembali menghadapi masalah pernapasan serius.
Pada awal 2024, ia dilaporkan kembali mengalami gejala influenza yang mengganggu aktivitas.
Tentu hal tersebut mengganggu kesehatan pernafasannya.
2. Penyakit LInu (2020)
Pada akhir tahun 2020, Paus Fransiskus mengalami nyeri luar biasa akibat linu panggul.
Hal itu memaksanya untuk membatalkan sejumlah perayaan dan acara penting, termasuk yang berlangsung selama musim Natal dan Tahun Baru.
Kondisi ini berlangsung hingga Januari 2021, dan Paus Fransiskus harus kembali membatalkan beberapa agenda penting karena rasa sakit yang mengganggu mobilitasnya.
Nyeri linu panggul ini menambah beban fisik yang sudah ia alami akibat masalah kesehatannya yang lain.
Hal ini menjadikannya lebih sulit untuk melanjutkan tugas-tugas kepausannya dengan normal.
3. Penyempitan Usus Besar (2021)
Pada Juli 2021, Paus Fransiskus menjalani operasi besar untuk mengangkat 13 inci usus besarnya karena stenosis divertikular yakni sebuah kondisi yang menyebabkan penyempitan dan peradangan pada usus besar.
Operasi ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang semakin memburuk dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Namun, pada awal 2023, Paus mengungkapkan bahwa penyakit tersebut kambuh dan kembali mengganggu kesehatannya.
Pada Juni 2023, Paus menjalani prosedur operasi lagi untuk memperbaiki hernia insisional yang muncul akibat operasi usus sebelumnya.
Operasi ini semakin menambah tantangan kesehatan yang harus dihadapinya.
4. Penyakit Lutut (2022)
Sejak awal tahun 2022, Paus Fransiskus mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan pada mobilitasnya, akibat nyeri lutut kronis yang sangat mengganggu.
Masalah lutut ini menyebabkan Paus harus menggunakan kursi roda atau tongkat dalam banyak kesempatan.
Bahkan, beberapa perjalanan penting harus dibatalkan, termasuk kunjungannya ke Lebanon dan beberapa negara di Afrika.
Meski demikian, Paus Fransiskus tetap bertekad untuk melanjutkan tugas-tugasnya.
Dia akhirnya merencanakan ulang kunjungannya ke Kongo dan Sudan Selatan pada 2023.
Masalah lutut ini semakin memperberat tantangan fisiknya dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin Gereja Katolik.
5. Bronkitis, Flu, dan Infeksi Paru-paru (2023)
Pada 2023, Paus Fransiskus kembali dirawat di rumah sakit karena bronkitis, yang memaksanya untuk menghabiskan beberapa hari di rumah sakit untuk perawatan intensif.
Pada akhir tahun 2023, ia juga mengalami gejala flu yang cukup parah, yang mengharuskannya membatalkan kehadirannya di Konferensi Iklim COP28.
Kondisi kesehatannya yang semakin memburuk membuatnya semakin rentan terhadap infeksi pernapasan lainnya.
Pada Februari 2024, Paus kembali menderita gejala seperti flu yang memerlukan pemeriksaan diagnostik lebih lanjut di rumah sakit.
Beberapa bulan setelahnya, ia mengalami insiden jatuh di kediamannya dan mengalami hematoma besar di dagunya.
Hal itu menambah kesulitan dalam pemulihan kesehatannya.
6. Pneumonia Bilateral (2025)
Pada Februari 2025, Paus Fransiskus akhirnya didiagnosis menderita pneumonia bilateral (pneumonia ganda), yang memperburuk kondisinya.
Setelah beberapa minggu dalam keadaan kritis, Paus Fransiskus mulai menunjukkan sedikit perbaikan, meskipun tetap harus menjalani perawatan intensif dan pengawasan ketat dari tim medis.
Penyakit pernapasan yang dialaminya ini menambah daftar panjang tantangan kesehatan yang harus dihadapinya dalam tahun-tahun terakhir ini.
7. Gagal Ginjal Ringan (2025)
Paus Fransiskus, yang kini berusia 88 tahun, tengah berjuang melawan kondisi kesehatannya yang serius setelah didiagnosis menderita pneumonia ganda.
Namun, dalam beberapa hari terakhir, ada kabar baik terkait perkembangan kesehatannya.
Pejabat Vatikan menyatakan bahwa Paus Fransiskus tidak lagi mengalami serangan pernapasan yang sebelumnya menghantui kesehatannya.
"Kondisi Bapa Suci tetap kritis; namun sejak malam kemarin, tidak ada krisis pernapasan lainnya," kata pernyataan resmi Vatikan.
Beberapa tes darah menunjukkan Paus Fransiskus mengalami gagal ginjal ringan dan dini.
"Bapa Suci tetap waspada dan berorientasi dengan baik."
"Kompleksitas situasi klinis dan waktu yang dibutuhkan agar perawatan farmakologis menunjukkan hasil mengharuskan prognosis tetap dijaga," terang Vatikan.
Meski dalam keadaan kritis, Paus Fransiskus masih mengikuti Misa Kudus bersama dengan para perawat.
(TribunTrends.com/*)
| Materi Stand Up Mens Rea Viral hingga Direspons Dedi Mulyadi, Pandji Pragiwaksono: Salam Kenal Kang |
|
|---|
| Pandji Pragiwaksono Roasting Mata Ngantuk Wapres Gibran di Mens Rea, Tompi: Bukan Bahan Lelucon |
|
|---|
| Reaksi KDM Dicap Artis YouTube di Stand Up Pandji Pragiwaksono: Lewatin Tuh Jalan-jalan Provinsi |
|
|---|
| Tak Cuma Evia Maria, Aksi Pelecehan Dosen DM 10 Tahun Lalu Dibongkar Alumni UNIMA: Predator Kampus |
|
|---|
| Bukan Mantan Pegawai, Pembunuh Anak Maman Suherman Panik, Tak Sempat Gondol Barang, Motif Terkuak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/RIWAYAT-PENYAKIT-PAUS-FRANSISKUS-Daf.jpg)