Daftar Kepala Daerah dari PDIP, Dapat Instruksi dari Megawati untuk Menunda Retreat di Magelang
Inilah daftar kepala daerah terpilih di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang dinstruksikan tak ikut retreat di Magelang, Jawa Tengah.
Editor: Dika Pradana
TRIBUNTRENDS.COM - Inilah daftar kepala daerah terpilih di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang mendapat instruksi dari Megawati Soekarnoputri untuk tak ikut retreat di Magelang, Jawa Tengah.
Sejumlah kepala daerah dari PDI-P baru saja mendapatkan surat resmi dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang menginstruksikan untuk tidak mengikuti retreat di Magelang, Jawa Tengah.
Mulai dari Gubernur Jakarta Pramono Anung hingga Gubernur Bali I Wayan Koster diinstruksikan untuk tidak mengikuti program yang dibuat oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pada 21 Februari 2025, sebanyak 126 kepala daerah yang baru dilantik diminta menunda berangkat menuju retreat yang dijadwalkan di Magelang, Jawa Tengah, yang seharusnya berlangsung hingga 28 Februari 2025.
Dua di antaranya adalah kader utama PDI Perjuangan, yaitu Pramono Anung dan I Wayan Koster.
Pramono Anung saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, sementara I Wayan Koster menjabat sebagai Gubernur Bali.
Retreat tersebut awalnya direncanakan sebagai bagian dari program orientasi dan pembekalan bagi kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024.
Retret ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman kepala daerah mengenai tugas pemerintahan dan pembangunan daerah.
Selain itu, acara ini juga memberikan kesempatan untuk memperkenalkan para kepala daerah pada sejumlah materi penting terkait tata kelola pemerintahan dan penanganan isu-isu sosial, ekonomi, dan politik daerah.
Namun, sesuai dengan instruksi dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, para kepala daerah yang dilantik diminta untuk menunda perjalanan mereka menuju Magelang.
Instruksi ini tercantum dalam surat berjudul "Instruksi Harian Ketua Umum" yang ditandatangani oleh Megawati pada Kamis, 20 Februari 2025.
Dalam surat tersebut, Megawati memerintahkan agar kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan menuju Magelang dan menunggu petunjuk lebih lanjut.
Penyebab Pembatalan Retreat
Keputusan untuk menunda keberangkatan ini terkait dengan situasi internal partai setelah Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus yang tengah diselidiki.
Penahanan Hasto Kristiyanto ini menambah ketegangan internal dalam partai, yang tampaknya mendorong Megawati untuk mengambil langkah ini sebagai bentuk kehati-hatian dalam situasi yang tidak menentu.
Hal ini juga menunjukkan keseriusan PDI Perjuangan untuk menjaga konsolidasi internal partai dan menghindari gangguan lebih lanjut selama periode yang sensitif ini.
Retreat yang Dibatalkan
Seharusnya, para kepala daerah yang baru dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025 akan segera melaksanakan retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Program ini dirancang untuk memperkenalkan mereka pada berbagai aspek penting dalam pemerintahan daerah.
Selama delapan hari, mereka akan mengikuti berbagai sesi pembekalan intensif yang bertujuan untuk mempersiapkan mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin daerah.
Pembekalan ini tidak hanya melibatkan pelajaran administratif, tetapi juga menyentuh aspek-aspek sosial dan politik yang penting untuk memahami dinamika pemerintahan di tingkat daerah.
Presiden Prabowo Subianto juga sempat menyampaikan sambutannya setelah pelantikan, menyinggung pentingnya retreat ini sebagai bagian dari proses orientasi untuk para kepala daerah.
Namun, dengan adanya instruksi untuk menunda keberangkatan ini, tidak jelas kapan retreat akan dilanjutkan atau apakah ada perubahan agenda terkait.
Kepala Daerah yang Diminta PDIP Menunda Retreat
Beberapa kepala daerah yang termasuk dalam daftar peserta retreat ini, seperti Pramono Anung dan I Wayan Koster, sebenarnya merupakan figur penting dalam PDI Perjuangan dan telah memiliki pengalaman politik yang cukup matang.
Pramono, misalnya, adalah seorang politisi senior yang telah lama berkecimpung di dunia pemerintahan, sementara I Wayan Koster juga dikenal luas di Bali sebagai Gubernur yang memimpin berbagai kebijakan penting untuk pembangunan daerah tersebut.
Dengan adanya pembatalan ini, jelas terlihat bahwa partai dan pemerintah juga harus berusaha untuk menjaga kestabilan serta menghindari ketegangan lebih lanjut yang bisa mengganggu jalannya pemerintahan daerah yang baru.
Berikut ini beberapa kepala daerah dari PDI-P yang diinstruksikan untuk tidak ikut retreat kepala daerah hari ini:
- Pramono Anung - Rano Karno, Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta
- I Wayan Koster - I Nyoman Giri Prasta, Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bali
- Meki Nawipa - Deinas Geley, Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah
- Dadang Suprianta - Ali Syakieb, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung
- Ayep Zaki - Bobby Maulana, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi
- Supian Suri - Chandra Rahmansyah, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok
- Aep Syaepuloh - Maslani, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Karawang
- Citra Pitriyami - Ino Darsono, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran
- Yuli Hastuti - Dion Agasi Setiabudi, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Purworejo
- Afif Nurhidayat - Amir Husein, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Wonosobo
- Etik Suryani - Eko Sapto Purnomo, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sukoharjo
- Setyo Sukarno - Imron Rizkyarno, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Wonogiri
- Sam'ani Intakoris - Bellinda Putri Sabrina, Bupati dan Wakil Bupate Kabupaten Kudus
- Achmad Afzan Arslan - Balgis Diab, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan
- Endah Subekti Kuntarningsih - Joko Parwoto, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gunung Kidul
- Lukman Hakim - Moch Fauzan Ja'far, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bangkalan
- Hanindhuto Himawan Pramana - Dewi Mariya Ulfa, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kediri
- Ipuk Fiestiandani Azwar Anas - Mujiono, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banyuwangi
- Marhaen Djumadi - Trihandy Cahyo Saputro, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nganjuk
- Adi Wibowo - Mokhamad Nawawi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan.
Nama-nama di atas hanya kepala daerah dari PDI-P di Pulau Jawa.
Masih ada beberapa nama kader PDI-P yang dilantik menjadi kepala daerah untuk sejumlah daerah periode 2025-2030.
Selain itu, ada pula Gubernur D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang tak ikut retreat karena memimpin daerah istimewa.
Gubernur Jambi, Al Haris Ikut Retreat
Sejumlah kepala daerah diinstruksikan ketua umum PDI Perjuangan untuk menunda ikut retreat atau pembekalan di Magelang.
Termasuk Gubernur Jambi, Al Haris yang disebut juga diberikan instruksi yang sama, mengingat pasangan Al Haris-Abdullah Sani juga diusung oleh PDI Perjuangan pada Pilkada Serentak 2024.
Namun kabar Al Haris menunda keikutsertaannya pada retret tersebut dibantah langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah.
Menurutnya, kabar tersebut tidak benar.
"Hoaks ini," ucapnya saat di konfirmasi, Jumat (21/2/2025).
Kata Ariansyah, sejak tadi malam Al Haris sudah berada di Magelang dan hingga hari ini sedang mengikuti rangkaian kegiatan Retreat.
"Pak Gubernur sudah dari malam kemarin di Magelang dan sampai saat ini mengikuti rangkaian giat Retreat di AKMIL Magelang," tegasnya.
(TribunTrends | Kompas.com/Alinda | TribunJambi/Danang)
Sumber: Kompas.com
| Jusuf Kalla Ucap 'Jokowi Jadi Presiden Karena Saya', Singgung Momen Dulu Bawa Joko Widodo ke Jakarta |
|
|---|
| Bos-Bos BNI Dipanggil OJK Imbas Penggelapan Dana Gereja Rp28 M: Segera Tuntaskan atau Sanksi Menanti |
|
|---|
| BBM Subsidi Tidak Naik, DPR Ingatkan Pelaku Pasar: Dilarang Naikkan Harga Kebutuhan Pokok |
|
|---|
| JK Ungkap Peran Besarnya di Balik Kursi RI-1: Kasih Tahu ke Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya |
|
|---|
| Hujan Peluru di Selat Hormuz, Iran Tembaki Kapal Tanker Tanpa Ampun: Tidak Ada yang Boleh Lewat! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/MEGAWATI-SOEKARNOPUTRI.jpg)