Breaking News:

Sosok & Profil Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar Terpilih 2025, Siap Dilantik Prabowo: Ini 9 Prioritasnya

Inilah sosok Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat terpilih 2025 yang siap dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 20 Februari 2025.

|
Editor: Dika Pradana
YouTube TribunManado
DEDI MULYADI DILANTIK,- Sosok Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat terpilih 2025 yang siap dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 20 Februari 2025. 

TRIBUNTRENDS.COM - Inilah sosok Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat terpilih 2025 yang siap dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 20 Februari 2025.

Dalam Pilkada 2024, Dedi Mulyadi berpasangan dengan Erwan berhasil meraih jumlah suara sebanyak 14,13 juta suara.

Dedi Mulyadi diusung oleh 14 partai politik  untuk maju di Pilkada Jawa Barat, diantaranya, Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PSI, dan sembilan partai non-parlemen lainnya seperti Hanura, Gelora, PKN, Garuda, Partai Buruh, PROMA, Perindo, PBB, hingga Partai Ummat.

Masa Kecil dan Latar Belakang Keluarga

Dedi Mulyadi lahir pada 11 April 1971 di Subang, dari keluarga yang serba kekurangan. Ayahnya, Ahmad Suryana, adalah seorang purnawirawan tentara dengan pangkat terakhir prajurit kader.

Namun, ia tak bisa melanjutkan karir di militer setelah sakit yang diduga akibat diracun oleh mata-mata Belanda.

Kemudian, ayah Dedi bekerja di perkebunan, tetapi tidak bertahan lama karena menolak terlibat dalam praktik penjualan pupuk secara ilegal.

Kondisi keluarga yang sulit membuat ibu Dedi, Karsiti, menjadi tulang punggung keluarga.

Dedi kecil sering kali hanya makan sederhana, seperti ikan asin atau garam yang disajikan dengan bawang. 

Makanan tersebut harus dibagi bersama sembilan anak lainnya. Bahkan, Dedi pernah diajak oleh ibunya untuk mencari belalang sebagai lauk pauk tambahan di malam hari.

DEDI MULYADI DILANTIK,- Sosok Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat terpilih 2025 yang siap dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 20 Februari 2025.
DEDI MULYADI SIAP DILANTIK,- Sosok Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat terpilih 2025 yang siap dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 20 Februari 2025. (istimewa)

Karier di Dunia Politik

Dedi Mulyadi memulai perjalanan politiknya pada tahun 1994 ketika menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta.

Dia juga aktif dalam organisasi buruh seperti Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) pada 1997 dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pada 1998.

Tahun 1998, Dedi menikah dengan Sri Muliawati dan dikaruniai seorang anak bernama Maulana Akbar Ahmad Habibie.

Kekritisan Dedi terhadap ketidakadilan membuatnya terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta pada periode 1999-2004 melalui Partai Golkar.

Namun, masa kerjanya di DPRD tidak berlangsung lama karena pada Pilkada 2003, Dedi dipinang untuk mendampingi Lily Hambali sebagai Wakil Bupati Purwakarta selama periode 2003-2008.

Pada Pilkada Purwakarta 2008, Dedi maju sebagai calon Bupati Purwakarta dan berhasil menang dengan pasangan Dudung B Supardi. Dedi kembali terpilih menjadi Bupati Purwakarta pada periode 2013-2018.

Jabatan di Partai Golkar dan Pilgub Jabar

Dedi Mulyadi menjadi Ketua DPD Golkar Jawa Barat secara aklamasi setelah mengukuhkan dirinya di dunia politik melalui berbagai jabatan di Kabupaten Purwakarta.

Pada 2018, ia maju sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Barat mendampingi Deddy Mizwar di Pilgub Jabar, tetapi gagal.

Namun, ia terus berkarier di dunia politik, hingga akhirnya terpilih menjadi anggota DPR RI.

DEDI MULYADI DILANTIK,- Sosok Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat terpilih 2025 yang siap dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 20 Februari 2025.
DEDI MULYADI SIAP DILANTIK,- Sosok Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat terpilih 2025 yang siap dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 20 Februari 2025. (dok. DPR RI)

Pilkada 2024: Gubernur Jawa Barat

Dedi Mulyadi kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2024.

Ia diusung oleh 14 partai politik, termasuk Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PSI, serta partai-partai non-parlemen lainnya seperti Hanura, Gelora, PKN, Garuda, Partai Buruh, Perindo, PBB, dan Partai Ummat.

Pasangan Dedi Mulyadi, Erwan, berhasil meraih 14,13 juta suara dalam Pilkada ini.

Dedi akan dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat pada 20 Februari 2025, menggantikan Gubernur sebelumnya.

Kehidupan Pribadi

Dedi Mulyadi adalah seorang ayah dari tiga anak, dengan pernikahan pertama dengan Sri Muliawati yang dikaruniai seorang anak, dan pernikahan kedua dengan Anne Ratna Mustika yang berakhir dengan perceraian dan dikaruniai dua anak.

Dedi dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap keluarga dan kariernya.

Dengan perjalanan panjang di dunia politik, Dedi Mulyadi kini siap untuk melanjutkan kiprahnya sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2025-2030.

9 Program Unggulan Janji Politik Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan telah menyusun sejumlah program unggulan yang menjadi janji politik mereka untuk membangun Jawa Barat dalam periode kepemimpinan yang akan datang.

Program-program ini dirancang untuk memperbaiki infrastruktur, memajukan sektor pertanian, membangun kualitas pendidikan, dan memberikan akses kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat. Berikut adalah 9 program unggulan yang mereka tawarkan:

1. Pembangunan Infrastruktur Jalan Sampai ke Pelosok Desa dan Permukiman Perkotaan

Salah satu fokus utama Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan adalah pembangunan infrastruktur, khususnya jalan yang menghubungkan desa-desa terpencil dan permukiman perkotaan.

Mereka berkomitmen untuk meningkatkan aksesibilitas di seluruh wilayah Jawa Barat, terutama di daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau.

Dengan memperbaiki dan memperluas jaringan jalan, diharapkan perekonomian lokal semakin berkembang dan mobilitas warga menjadi lebih lancar.

2. Pembangunan Jaringan Irigasi di Seluruh Wilayah Pertanian serta Mendorong Ekosistem Ekonomi Pertanian Organik

Program ini bertujuan untuk memperkuat sistem irigasi pertanian di seluruh wilayah Jawa Barat.

Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan ingin memastikan bahwa petani memiliki akses yang cukup terhadap air untuk meningkatkan hasil pertanian.

Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk mendorong ekosistem ekonomi pertanian organik, dengan menghubungkan sektor pertanian dengan kehutananan, perkebunan, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem yang saling mendukung.

3. Pengembangan Pendidikan Berkarakter: SMA/SMK Gratis dan Penambahan Ruang Kelas Baru

Pendidikan menjadi fokus penting dalam visi mereka. SMA/SMK gratis akan tersedia bagi semua pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan di tingkat menengah atas.

Selain itu, mereka akan menambah ruang kelas baru di berbagai sekolah negeri, guna menjaga kesetaraan jumlah ruang kelas di tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK.

Program ini bertujuan untuk memastikan semua anak di Jawa Barat mendapatkan pendidikan yang merata dan berkualitas, serta memupuk karakter yang baik.

4. Pengembangan Lapangan Kerja Baru Melalui Investasi di Industri, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Smart City

Untuk mengatasi masalah pengangguran, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan berencana untuk mendorong investasi di sektor industri di wilayah yang memiliki tata ruang industri yang tepat.

Selain itu, mereka juga akan mengembangkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan smart city, yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru yang berbasis pada teknologi dan inovasi.

5. Penyempurnaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan Penambahan Layanan Kesehatan Khusus

Meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat menjadi salah satu prioritas mereka.

Dalam program ini, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan akan menyempurnakan fasilitas dan layanan di RSUD Kabupaten/Kota, terutama dalam hal kesehatan ibu dan anak, penyakit jantung, kanker, penanganan stroke, dan perawatan cuci darah.

Dengan penambahan layanan tersebut, mereka berharap masyarakat tidak perlu lagi pergi ke rumah sakit besar di luar daerah seperti Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan perawatan.

Mereka juga berencana untuk memberikan beasiswa bagi dokter spesialis putra daerah yang sesuai dengan kelangkaan tenaga medis dan karakteristik penyakit yang banyak terjadi di daerah tersebut.

6. Pengembangan Industri Pengobatan Berbasis Kearifan Lingkungan

Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan memiliki komitmen untuk mengembangkan industri pengobatan yang mengintegrasikan kearifan lokal.

Pengobatan tradisional berbasis bahan alami dan ramuan yang sudah lama digunakan oleh masyarakat Jawa Barat akan diperkenalkan sebagai alternatif pengobatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ini juga berpotensi untuk membuka peluang industri baru dan peningkatan kesejahteraan bagi petani dan produsen obat tradisional.

7. Mencetak 10.000 Manajer Putra Daerah Melalui Beasiswa di Politeknik Berorientasi Terapan

Untuk menciptakan SDM yang handal, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan berencana untuk mencetak 10.000 manajer putra daerah melalui beasiswa di Politeknik Berorientasi Terapan.

Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pemuda daerah untuk mengembangkan keterampilan manajerial mereka, agar dapat berkontribusi pada sektor-sektor penting seperti industri, pariwisata, dan pengelolaan bisnis.

8. Pengembangan Pengelolaan Sampah Mandiri Sampai dengan Tingkat RT

Pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan besar di Jawa Barat. Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan akan mengembangkan sistem pengelolaan sampah mandiri hingga tingkat RT.

Program ini melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan sampah, dimulai dari rumah tangga dan lingkungan sekitar.

Selain itu, mereka juga akan melakukan penataan kampung nelayan, tempat pelelangan ikan, pelabuhan pendaratan kapal nelayan, serta normalisasi muara di pesisir Jawa Barat.

9. Mendorong Peningkatan Kesejahteraan Kepala Desa dan Pembangunan Desa Berbasis Kearifan Lingkungan

Untuk memperkuat pembangunan di tingkat desa, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan akan mendorong peningkatan kesejahteraan kepala desa, perangkat desa, serta tokoh-tokoh masyarakat seperti RW, RT, linmas, kader PKK, kader posyandu, guru agama, dan ajengan.

Program ini bertujuan untuk memperkuat pembangunan desa dengan pendekatan berbasis kearifan lingkungan, yang mengedepankan nilai-nilai lokal yang sudah ada.

Selain itu, mereka juga akan fokus pada transformasi birokrasi di tingkat desa agar lebih efisien dan berfokus pada pelayanan publik yang lebih baik.

(TribunTrends.com/Kompas.com/Reni Susanti)

Sumber: Kompas.com
Tags:
Dedi MulyadiGubernur Jawa BaratPrabowo
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved