Selebrita
Vadel Badjideh Tersangka Kasus Lolly, Terancam 15 Tahun Bui, Nikita Mirzani Terharu: Razman Bereaksi
Inilah sederet fakta penetapan Vadel Badjideh jadi tersangka atas kasus yang melibatkan Lolly, anak Nikita Mirzani.
Editor: Dika Pradana
TRIBUNTRENDS.COM - Momen haru menyelimuti pihak Nikita Mirzani yang berhasil membawa Vadel Badjideh ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang melibatkan Laura Meizani (LM) alias Lolly.
Dalam kasus ini, klien dari Razman Nasution yakni Vadel Badjideh terancam mendapatkan hukuman lima belas tahun penjara. Penetapan sebagai tersangka atas dugaan kasus aborsi dan persetubuhan di bawah umur terhadap Lolly ini tentunya menjadi pukulan berat bagi Vadel Badjideh dan keluarganya.
Vadel ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan hampir lima jam di Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (13/2/2025) kemarin.
Baca juga: Pengakuan Reza Gladys Diancam dan Diperas Nikita Mirzani Rp 5 Miliar, Ibu Lolly Klaim Uang Endorse
Pemeriksaan yang dilakukan terhadap Vadel Badjideh pada Kamis kemarin menjadi momen yang krusial dalam kasus dugaan aborsi dan persetubuhan yang melibatkan LM.
Vadel yang pada awalnya datang dengan status sebagai saksi, akhirnya harus menghadapi kenyataan pahit setelah dinyatakan sebagai tersangka oleh penyidik.
Berbagai rangkaian kejadian, mulai dari pemeriksaan hingga penahanan, membuka fakta-fakta baru yang membentuk perjalanan kasus ini.
Sebuah kasus yang tidak hanya melibatkan proses hukum, tetapi juga menggali lebih dalam dinamika hubungan keluarga dan dampak sosial yang jauh lebih luas.

1. Vadel Datang untuk Pemeriksaan, Mengaku Masih Sebagai Saksi
Pada awalnya, Vadel datang dengan keyakinan penuh bahwa dirinya hanya akan berperan sebagai saksi dalam kasus ini.
Ia mencoba untuk menjaga citranya dan menyampaikan bahwa tidak ada keterlibatan langsung dirinya dalam dugaan tindak pidana tersebut.
“Gue sebagai saksi ya digaris bawahi sebagai saksi,” kata Vadel dengan penuh keyakinan.
Namun, meski ia berusaha menunjukkan sikap terbuka untuk menjelaskan hubungan yang ia jalani dengan LM, banyak yang merasa ada sesuatu yang tidak biasa dengan sikapnya, terutama saat ia menghindari pertanyaan mengenai detail keterlibatannya.
Pada titik ini, semakin banyak pihak yang meragukan versi cerita yang ia sampaikan.
Sebagai seorang saksi yang sangat dekat dengan korban, Vadel sempat memberikan keterangan tentang hubungan mereka, namun tidak pernah secara tegas menyangkal adanya peristiwa yang tengah diselidiki.
Hal ini menambah ketegangan dalam penyidikan karena menyisakan banyak ruang untuk spekulasi, bahkan meskipun dia terus menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat langsung dalam peristiwa tersebut.
2. Dinyatakan Tersangka
Keputusan penyidik untuk menetapkan Vadel sebagai tersangka menggegerkan banyak pihak.
Meskipun sebelumnya ia bersikukuh hanya sebagai saksi, rangkaian pemeriksaan yang dilalui Vadel memberikan bukti yang tidak dapat diabaikan.
Menurut Razman Nasution, kuasa hukum Vadel, gelar perkara yang dilakukan oleh pihak kepolisian menjadi titik balik yang penting. Dalam gelar perkara tersebut, berbagai keterangan saksi, termasuk LM dan NM, menjadi faktor utama yang menguatkan penetapan status tersangka Vadel.
“Dari berbagai keterangan di antaranya LM, NM, dari saksi-saksi, maka dilakukan gelar perkara dan gelar perkara itu menetapkan saudara Vadel Al Fajar Badjideh sebagai tersangka,” ujar Razman.
Penetapan tersangka ini menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab, terutama terkait dengan motivasi di balik tindakan tersebut, serta apakah ada pihak-pihak lain yang turut terlibat dalam proses yang lebih kompleks daripada yang terlihat di permukaan.
3. Penahanan Vadel yang Langsung Dilakukan
Setelah penetapan tersangka, Vadel langsung dijebloskan ke dalam tahanan untuk 20 hari ke depan.
Menurut Razman, meskipun Vadel masih di bawah umur, langkah penahanan tersebut diambil untuk mencegah kemungkinan dirinya melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya.
Penahanan terhadap anak di bawah umur dalam kasus seperti ini memang menimbulkan perdebatan tersendiri, mengingat dampaknya terhadap perkembangan psikologis anak dan hak-hak hukum yang harus dipertimbangkan.
Pihak penyidik juga memberikan penjelasan terkait alasan penahanan ini.
Mengingat status Vadel yang masih remaja, penyidik berharap penahanan ini bisa memberikan efek jera, sekaligus memastikan bahwa penyelidikan dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan atau kemungkinan upaya pelarian.
Namun, banyak yang mempertanyakan apakah penahanan ini akan memberi dampak psikologis yang cukup besar bagi Vadel, yang masih harus menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.
4. Perubahan Keterangan LM yang Mengundang Pertanyaan
Salah satu faktor yang semakin mempersulit perjalanan hukum kasus ini adalah perubahan keterangan yang diberikan oleh LM. Sebagai korban utama, keterangan LM menjadi kunci untuk membongkar kronologi peristiwa.
Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa pernyataan LM kepada polisi terindikasi tidak konsisten, dan hal ini menjadi permasalahan dalam pengungkapan kebenaran.
Razman, kuasa hukum Vadel, dengan tegas mengungkapkan kegelisahannya terkait ketidakpastian keterangan yang diberikan oleh LM.
“LM memberikan keterangan yang berbeda, terus saya mau buat apa? Karena itu anak di bawah umur dan saya tidak tahu,” ungkapnya, menandakan kebingungannya dalam menghadapi dinamika cerita yang terus berubah.
Banyak pihak yang menilai bahwa keterangan yang tidak konsisten ini dapat merugikan proses hukum dan merintangi upaya untuk mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.

5. Alat Bukti yang Menguatkan Penetapan Tersangka
Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, melalui Kasie Humas Kompol Nurma Dewi, menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Vadel didasari oleh dua alat bukti yang cukup kuat.
Hasil visum terhadap LM, yang menguatkan dugaan adanya tindak kekerasan seksual, menjadi salah satu dasar utama.
Bukti ini tidak hanya menguatkan teori tentang tindak kekerasan seksual, tetapi juga menunjukkan adanya tindakan yang melibatkan unsur kejahatan serius.
Selain itu, keterangan dari saksi-saksi yang terlibat, termasuk keterangan yang diberikan oleh LM, semakin memperkuat bukti-bukti yang mengarah pada Vadel.
Meskipun ada perbedaan dalam beberapa keterangan, bukti-bukti ini tetap dianggap cukup sah oleh pihak penyidik untuk menetapkan status hukum Vadel.
6. Respon Nikita Mirzani dan Rasa Lega atas Kembali Keberadaan LM
Dalam perkembangan kasus ini, Nikita Mirzani, ibu dari LM, menunjukkan perasaan haru dan lega setelah mendengar bahwa anaknya kini kembali berada di bawah pengawasan yang lebih aman.
Meskipun sempat kecewa dengan peristiwa yang menimpa anaknya, Nikita kini merasa ada secercah harapan untuk masa depan anaknya.
Keberhasilan LM dalam memberikan pernyataan yang jujur dan berani di hadapan penyidik menjadi langkah penting dalam proses pencarian keadilan.
Nikita pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu kasus ini, termasuk pihak keluarga yang mendampingi LM selama proses panjang ini.
“Terima kasih juga untuk LM karena sudah mau jujur,” kata Nikita penuh emosi, menyiratkan rasa syukur dan harapan bahwa kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk anaknya, serta bagi keluarga yang terlibat dalam proses ini.
7. Dampak Sosial dan Keluarga yang Lebih Luas
Kasus ini tidak hanya menyentuh sisi hukum, tetapi juga mengungkap berbagai lapisan sosial yang lebih kompleks.
Dalam masyarakat yang terus berkembang, dinamika hubungan keluarga, peran hukum, dan keadilan sosial menjadi faktor penting yang saling berinteraksi.
Dampak dari keputusan-keputusan yang diambil oleh pihak penyidik dan keluarga ini akan jauh lebih terasa dalam jangka panjang, terutama bagi perkembangan psikologis LM dan Vadel, yang masih berada pada usia yang sangat muda untuk menghadapinya.
Kasus ini juga memberikan gambaran mengenai pentingnya pendidikan tentang hak-hak anak dan perlindungan hukum bagi mereka yang masih di bawah umur.
Selain itu, respons masyarakat terhadap kejadian-kejadian semacam ini juga dapat menjadi bahan refleksi tentang bagaimana sebuah permasalahan hukum dapat berimplikasi pada persepsi sosial terhadap para pelaku dan korban, terlebih ketika menyangkut kasus yang melibatkan anak-anak.
(TribunTrends.com/Kompas.com/Cynthia)
Sumber: Kompas.com
Satu Kata Ridwan Kamil Setelah Nama Baiknya Pulih, Tangisan Lisa Mariana Dibalas Ucapan Syukur |
![]() |
---|
Bukan Selingkuh, Kelakuan Doris Setiawan Ini Bikin Lisa Mariana Jengah, Suami Minggat dari Rumah |
![]() |
---|
Belum Resmi Cerai, Lisa Mariana Spill Sudah Ada Gebetan Baru, Apa Pekerjaannya? |
![]() |
---|
Bukan karena Ridwan Kamil, Ini Alasan Rumah Tangga Lisa Mariana dan Doris Setiawan di Ujung Tanduk |
![]() |
---|
Tanggapan Ridwan Kamil Soal Lisa Mariana yang Minta Tes DNA Ulang di Singapura: 'Cari Sensasi' |
![]() |
---|