Breaking News:

Innalillahi! Ibu Rumah Tangga di Pamulang Tangsel Ambruk dan Meninggal, Stres Antre Gas Elpiji 3 Kg

Innalillahi! Ibu rumah tangga di Pamulang Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, ambruk dan meninggal dunia, stres dan letih antre gas elpiji 3 kilogram

|
Editor: Agung Santoso
Eva.vn
MENINGGAL ANTRE ELPIJI - Innalillahi! Ibu rumah tangga di Pamulang Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, ambruk dan meninggal dunia, stres dan letih antre gas elpiji 3 kilogram (foto ilustrasi ) 

Innalillahi! Ibu rumah tangga di Pamulang Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, ambruk dan meninggal dunia, stres dan letih antre gas elpiji 3 kilogram

TRIBUNTRENDS.COM, TANGERANG SELATAN - Masalah gas elpiji 3 kilogram bersubsidi langka akhirnya memakan korban jiwa. Yonih, 62, seorang ibu rumah tangga (IRT) di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) sampai kehilangan nyawa, mendadak meninggal dunia, diduga stres dan letih mengantre elpiji 3 kilogram (kg).

Keletihan dan stres karena terlalu lama mengantre diduga menjadi penyebab utamanya. 

"Almarhum antre gas di salah satu toko penjual gas 3 kg yang tidak jauh dari lokasi rumahnya. Perkiraan 500 meter dari rumahnya, kecapekan sepertinya," ujar Saeful, Ketua RT 001 RW 007 Pamulang Barat, Pamulang, Tangsel, Senin, 3 Februari 2025 . 

Saeful bertutur, faktor keletihan almarhum diduga karena saat mengantre gas melon.

Al kisah, setelah mendapatkan gas 3 kg, Ibu Yonih pulang. 

Baru saja beberapa langkah meninggalkan tempat antrean sambil menenteng 2 tabung gas elpiji 3 kilogram, Yonih merasa tak kuat lagi jalan.

Ia pun menepi untuk sekedar duduk dan melepas lelah setelah keletihan antre gas elpiji .  

"Jadi almarhumah ini sudah membawa dua tabung gas 3 kg dan hendak pulang. Enggak jauh dari toko, almarhumah tiba-tiba istirahat karena kelelahan di depan toko laundry dan langsung pucat mukanya. Oleh warga yang mengenal almarhumah kemudian menelepon keluarganya untuk dijemput," tutur Saeful .

Saeful membeberkan, oleh keluarga korban pun dibawa ke rumah sakit terdekat.

Tapi takdir berkata lain. Ibu Yonih menghembuskan napas terakhir.

Pihak bergegas mengurus jenazah ke rumah kediaman lalu memakamkan almarhumah Ibu Yonih.

"Almarhumah kesehariannya membuka warung makanan, seperti nasi uduk dan lainnya. Almarhumah memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Sudah dimakamkan," imbuh Saeful, seperti dikutip Tribun Tangerang . (*) 

 

Tags:
gas elpijiTangselTangerang SelatanPamulang
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved