Breaking News:

Barry Beagen

Profil Barry Beagen, Founder Koin Jagat Dipanggil Komdigi, Minta Maaf: Alumni Kampus Amerika Serikat

Inilah profil dan rekam jejak dari Barry Beagen, founder aplikasi Koin Jagat yang sempat viral.

Editor: Dika Pradana
Net / Instagram
Profil dan rekam jejak dari Barry Beagen, founder aplikasi Koin Jagat yang sempat viral. 

TRIBUNTRENDS.COM - Inilah profil dan rekam jejak dari Barry Beagen, founder aplikasi Koin Jagat yang sempat viral hingga merusak fasilitas umum di sejumlah kota besar di Indonesia.

Sosok Barry Beagen mengucapkan permintaan maaf setelah dipanggil oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) beberapa waktu lalu.

Pemanggilan Barry Beagen oleh Komdigi tersebut terkait keresahan dari masyarakat, imbas dari viralnya aplikasi Koin Jagat. 

Baca juga: Bagaimana Cara Bermain Koin Jagat? Aplikasi Berburu Koin Viral di Medsos, Total Hadiah Rp850 Juta

Hingga pada akhirnya Barry Beagen mewakili Koin Jagat mengucapkan permintaan maaf.

Sejak saat itu, seluk beluk dari Barry Beagen mulai dikulik warganet. Tak sedikit warganet yang mulai mencari tahu rekam  jejak Barry Beagen.

Lantas, siapa sebenarnya Barry Beagen?

Cara bermain 'Koin Jagat', aplikasi berburu koin yang viral di media sosial dengan total hadiah mencapai Rp850 juta.
Cara bermain 'Koin Jagat', aplikasi berburu koin yang viral di media sosial dengan total hadiah mencapai Rp850 juta. (NET via TribunJatim)

Dikutip dari akun Instagram resminya, aplikasi Jagat pertama kali dirilis oleh Jagat Technology Pte. Ltd pada November 2022.

Aplikasi Jagat yang berbasis di Singapura didirikan dua orang, yaitu Barry Beagen dan Loy Xing Zhe.

Barry Beagen yang saat ini menjabat sebagai Presiden dan Co-Founder Jagat.io adalah seorang profesional dengan latar belakang pendidikan sangat kuat dan pengalaman internasional luas.

Meskipun banyak yang mengenalnya melalui perannya di dunia teknologi, Barry sebenarnya berasal dari Jakarta, Indonesia.

Ia mengawali perjalanan pendidikannya dengan meraih gelar sarjana Teknik Sipil dan Lingkungan dari Cornell University, Amerika Serikat, pada tahun 2011.

Gelar tersebut memberi dasar yang kokoh bagi Barry dalam memahami infrastruktur dan perencanaan lingkungan, dua bidang yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi dan inovasi.

Setelah menyelesaikan studinya di Cornell, Barry melanjutkan pendidikannya ke Massachusetts Institute of Technology (MIT), salah satu universitas paling bergengsi di dunia, di mana ia meraih gelar Master of Architecture pada tahun 2015.

Baca juga: Imbas Viralnya Koin Jagat, Pemburu Koin Rusak Fasilitas Umum, Pemkot Bandung Minta Aplikasi Dibanned

Profil dan rekam jejak dari Barry Beagen, founder aplikasi Koin Jagat yang sempat viral.
Profil dan rekam jejak dari Barry Beagen, founder aplikasi Koin Jagat yang sempat viral. (Net / Instagram)

Di MIT, Barry mengembangkan pemahaman lebih dalam tentang desain dan inovasi arsitektur, memperluas wawasan tentang teknologi yang mendasari infrastruktur dan pembangunan kota masa depan.

Sebelum mendirikan dan memimpin Jagat.io, Barry Beagen memiliki pengalaman profesional yang luas di berbagai perusahaan di Amerika Serikat.

Pengalamannya bekerja di sektor teknologi dan arsitektur memberinya keahlian dalam menggabungkan desain, teknologi, dan strategi bisnis. 

Hal ini menjadi modal yang sangat berharga bagi Barry ketika ia memutuskan untuk terjun ke dunia aplikasi dan teknologi, dengan tujuan untuk menciptakan solusi yang dapat meningkatkan kualitas hidup melalui inovasi yang berfokus pada teknologi.

Sejak Desember 2021, Barry telah memimpin Jagat.io, sebuah platform teknologi yang berfokus pada solusi berbasis aplikasi untuk mempercepat transformasi digital dan memperkuat konektivitas.

Dengan visi yang jelas dan latar belakang pendidikannya yang solid, Barry telah membawa Jagat.io menuju kesuksesan dengan mengintegrasikan berbagai teknologi canggih.

Hal tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat dan perusahaan beradaptasi dengan perubahan digital yang semakin pesat.

Momen perilisan Koin Jagat
Momen perilisan Koin Jagat (Tribunnews)

Rekam Jejak Barry Beagen:

Intern Advanced Computation and Modeling Group di Thornton Tomasetti (2012)

Architectural Designer di Diller Scofidio + Renfro (2015—2018)

Graduate Research Assistant di MIT (2013—2018)

Adjunct Assistant Professor of Architecture di Columbia University (2017—2018)

Program Director di Kota Kita Foundation (2018—2021)

Co-founder dan President Jagat Tech (2021—sekarang).

Waspada bahaya aplikasi Koin Jagat
Waspada bahaya aplikasi Koin Jagat (Kolase Tribun Trends)

Founder Koin Jagat Dipanggil Komdigi

Komdigi memanggil Barry Beagen pada Rabu (15/1/2025) untuk menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dampak penggunaan aplikasi Jagat yang sampai mengganggu ketertiban umum.

Langkah pemanggilan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah untuk mendukung pengembangan platform digital yang bertanggung jawab serta ruang digital yang sehat di Indonesia.

Wakil Menteri Komdigi, Angga Raka Prabowo mengaku telah menerima laporan aktivitas "Berburu Koin Jagat" menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan fasilitas umum di berbagai daerah Indonesia.

"Oleh karena itu, kami berkomunikasi dengan pihak Jagat untuk mendapatkan keterangan dan juga mendorong pengembangan dan penggunaan platform digital yang berdampak positif ke masyarakat,” ujarnya, dikutip dari laman Komdigi, Kamis (16/1/2025).

Angga Prabowo mengingatkan pembuat dan pengembang platform digital agar turut aktif menciptakan platform digital yang berdampak positif dan mengedukasi masyarakat.

Angga Prabowo mengingatkan pembuat dan pengembang aplikasi agar menciptakan platform digital yang berdampak positif, mengedukasi masyarakat, serta memperhatikan norma dan nilai hukum.

Jika penyelenggara platform digital tidak mematuhi peraturan yang berlaku, mereka dapat dikenai sanksi sesuai Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019.

Atas pemanggilan tersebut, Co-Founder Jagat Barry Beagen memohon maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan oleh "Koin Jagat". Dia pun mengapresiasi arahan dari Komdigi.

“Berdasarkan diskusi yang konstruktif dengan Komdigi, kami akan mengubah format Coin Hunt menjadi 'Misi Jagat' untuk mendorong pengguna berkontribusi positif bagi ruang publik dan fasilitas umum,” ujarnya, sebagaimana tertuang dalam publikasi Komdigi.

Perubahan format permainan dalam aplikasi Jagat akan terlaksana dalam waktu tiga hari ke depan.

Melalui "Misi Jagat", pihaknya akan mendorong pengguna melakukan perbaikan ruang publik terlebih dahulu. Selama periode ini, tidak akan ada koin yang bisa diburu dalam aplikasi Jagat.

Barry menambahkan, Jagat akan membuat kanal resmi bagi pemerintah, pengelola, dan masyarakat umum untuk memonitor dan melaporkan temuan kerusakan fasilitas publik akibat kegiatan ‘Berburu Koin’ di aplikasi tersebut.

Dia juga memastikan koin-koin yang berada di daerah rawan akan segera dihapus dari aplikasi Jagat.

Selain itu, "Koin Jagat" tidak akan muncul dalam bentuk tertanam, tenggelam, tersembunyi di balik tempat yang harus dibuka paksa, serta di area yang terlarang dimasuki.

"Dengan lebih dari 1 juta pengguna aktif di Indonesia dan 200 ribu pengguna baru setiap harinya, kami percaya 'Misi Jagat' akan meningkatkan kualitas ruang publik khususnya melalui partisipasi aktif generasi muda,” ungkap Barry Beagen.

(TribunTrends.com/Kompas.com/Erwina Rachmi Puspapertiwi)

Sumber: Kompas.com
Tags:
Barry Beagenkoin jagatKomdigiAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved