Keluarga Cendana
Sosok Soemitro Djojohadikoesoemo Ayah Prabowo, Mantan Besan Soeharto Punya Sepak Terjang Mengagumkan
Inilah profil ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikoesoemo, mantan besan Soeharto punya sepak terjang mengagumkan.
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
TRIBUNTRENDS.COM - Mengenal sosok Soemitro Djojohadikoesoemo, ayah Presiden terpilih Prabowo Subianto sekaligus mantan besan Presiden RI ke-2 Soeharto.
Soemitro Djojohadikoesoemo pernah menjabat sebagai Menteri Negera Riset Indonesia.
Pada tahun 1962, Menteri Negara Riset masih bernama Kementerian Urusan Riset Nasional Republik Indonesia.
Pada tahun 2005, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 institusi ini disebut Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) atau dengan sebutan Kementerian Negara Ristek sebelum kembali berganti nomenklatur sesuai Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 menjadi Kementerian Riset dan Teknologi.
Pada tahun 2014 pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi, nomenklatur Kementerian Riset dan Teknologi kembali berubah menjadi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Perubahan ini merupakan konsekuensi dari penggabungan urusan pendidikan tinggi ke kementerian ini yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Baca juga: Cerita Prabowo Mudanya Disebut Playboy, Berubah saat Pacari Titiek Soeharto, Ayah Beri Wejangan
Ekonom Indonesia

Prof Dr Soemitro Djojohadikoesoemo lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 29 Mei 1917.
Ia adalah salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal.
Murid-muridnya banyak yang berhasil menjadi menteri pada era Suharto seperti JB Sumarlin, Ali Wardhana, dan Widjojo Nitisastro.
Selain itu, Soemitro juga merupakan ayah dari Mantan Danjen Kopassus, Prabowo Subianto, ayah mertua dari mantan Gubernur Bank Indonesia, Soedradjad Djiwandono, dan juga besan dari mantan Presiden Indonesia, Soeharto.
Soemitro adalah anak dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPAS pertama dan anggota BPUPKI.
Menikah
Profesor Sumitro Djojohadikusumo menikah dengan Dora Marie Sigar pada 7 Januari 1946 di Jerman.
Dora Marie Sigar bertemu pertama kali dengan Profesor Soemitro Djojohadikusumo tahun 1945 di sebuah acara mahasiswa Kristen Indonesia di Rotterdam, Belanda.
Saat itu Dora belajar di sekolah ilmu keperawatan bedah di kota Utrecht, Belanda.
Selama hidupnya, Dora Marie Sigar yang berdarah Manado-Jerman itu setia mendampingi Profesor Soemitro Djojohadikusumo dalam pengasingan maupun dalam perjuangan membangun Republik Indonesia.
Dora Marie Sigar dikenang anak-anaknya sebagai ibu yang penyayang.
Dora Marie Sigar dikenal sahabat-sahabatnya sebagai pemain bridge yang tangguh dan sebagai pengurus Persatuan Bridge Indonesia.
Keluarga Dora Sigar berasal dari Manado.
Ayahnya bernama Philip FL Sigar, dan ibunya bernama N Maengkom.
Ayahnya yang merupakan seorang anggota Gementeraad Manado (1920-1922) dan pejabat Sekretaris Residen (Gewestelijk Secretaris) Manado (1922-1924) merupakan putra dari Laurents A Sigar (meninggal 1910) dan E. Aling.
Kakek Dora merupakan Majoor/Hukum Besar (1870-1884) di Manado.
Salah satu nenek moyangnya adalah Benyamin Thomas Sigar (Tawaijln Sigar), yaitu kapitein atau pemimpin pasukan Tulungan atau Hulptroepen (pasukan bantuan) yang dikontrak pemerintah Hindia Belanda guna membantu mengatasi Perang Jawa (1825-1830).
Dalam pemerintahan, posisi yang pernah diemban Profesor Soemitro adalah sebagai Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan Menteri Riset atau Menristek saat ini.
Di usia ke-33, Sumitro pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian RI.
Raih Doktor
Ia meraih gelar doktor di Nederlandse Economise Hogeschool, Rotterdam, Belanda pada tahun 1943 dengan disertasi berjudul Het Volkscredietwezen in de Depressie.
Sumitro dikenal aktif menulis, dengan cakupan khusus masalah ekonomi.
Buku terakhir ia tulis adalah Jejak Perlawanan Begawan Pejuang, diterbitkan Pustaka Sinar Harapan, April 2000.
Selama 1942-1994, Sumitro menulis sebanyak 130 buku dan makalah dalam bahasa Inggris.
Sumitro memperoleh banyak penghargaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Misalnya, Bintang Mahaputra Adipradana (II), Panglima Mangku Negara, Kerajaan Malaysia, Grand Cross of Most Exalted Order of the White Elephant, First Class dari Kerajaan Thailand, Grand Cross of the Crown dari Kerajaan Belgia, serta yang lainnya dari Republik Tunisia dan Prancis.
Meninggal 2003
Soemitro meninggal dunia di Rumah Sakit Dharma Nugraha, Jalan Balai Pustaka, Rawamangun, Jakarta Timur pada 9 Maret 2003 dalam usia 84 tahun setelah cukup lama menderita penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah.
Jenazah disemayamkan di rumah duka, Jalan Metro Kencana IV/22, Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Banyak sekali pelayat yang hadir, di antaranya pengusaha Dali Tahir, pasangan pengusaha keturunan India Marimutu Manimaren dan Marimutu Sinivasan, Prof Widjojo Nitikusumo beserta istrinya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Eddy Nalapraya, tokoh Petisi 50 Kemal Idris, pengusaha Ciputra dan tokoh Poros Tengah, Fuad Bawazier, Menteri Pendidikan Fuad Hasan dan mantan Wakil Presiden Try Soetrisno.
Sesuai wasiatnya agar dimakamkan dengan cara dan di tempat sederhana, pihak keluarga pun memilih Taman Pemakaman Umum Karet Bivak Blok A III sebagai tempat persemayaman terakhir begawan ekonomi ini.
Data diri:
Nama: Profesor Soemitro Djojohadikoesoemo
Lahir: Kebumen, Jawa Tengah, Hindia Belanda, 29 Mei 1917
Meninggal dunia:Jakarta, Indonesia, 9 Maret 2001 (umur 83)
Partai politik: Partai Sosialis Indonesia
Pasangan: Dora Marie Sigar
Anak:
- Biantiningsih Miderawati Djiwandono
- Marjani Ekowati le Maistre
- Prabowo Subianto
- Hashim Sujono
Alma mater: Universitas Sorbonne
Pekerjaan: Ekonom, politikus
Baca juga: Deretan Momen Prabowo & Titiek Soeharto Usai Cerai, Tetap Akur, Ikut Kampanye hingga Rayakan Ultah
Riwayat Jabatan:
- Menteri Negara Riset Indonesia ke-3 (28 Maret 1973 – 28 Maret 1978)
- Menteri Keuangan Indonesia ke-8 (3 April 1952 – 30 Juli 1953)
- Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia ke-7 (12 Agustus 1955 – 24 Maret 1956)
Buku:
- (1943) Het volkscredietwezen in de depressie, Harlem : Bohn
- (1947) Beberapa soal keuangan, Djakarta : Poestaka Rakjat
- (1946) Soal bank di Indonesia, Djakarta : Poestaka Rakjat
- (1952) Laporan devisen tahun 1950 dan 1951, Djakarta : Kementerian Keuangan
- (1954) Pandangan tjara2 menghadapi kesukaran2 ekonomi di Indonesia, Kementerian penerangan Republik Indonesia
- (1954) Koperasi-koperasi di luar Indonesia, Djakarta : Kementerian PP dan K
- (1977) Pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan hankanmas
Sumber: Tribun Timur
Potret Lawas Darma Mangkuluhur di Pangkuan Soeharto, Kini Jadi Pengusaha dan Lamar Patricia Schuldtz |
![]() |
---|
Tata Cahyani Rayakan Ultah Ke-50, Mantan Tommy Soeharto Dipuji Awet Muda, Terungkap Profesinya |
![]() |
---|
Tata Cahyani Ultah ke-50, BCL hingga Raline Shah Beri Ucapan Selamat ke Mantan Istri Tommy Soeharto |
![]() |
---|
Tata Cahyani Ulang Tahun ke-50, Pesona Mantan Istri Tommy Soeharto Disorot: Masih Cantik Banget! |
![]() |
---|
Titiek Soeharto Ultah Ke-66, Prabowo Beri Ucapan, Pamer Momen Hangat Bersama Didit Hediprasetyo |
![]() |
---|