Breaking News:

5 Kasus Pilu Bocah Dianiaya Orang Tua/Keluarga Dekat: Dimasukkan ke Karung - Oknum Damkar Cabul

Simak kumpulan 5 kasus paling tragis dan pilu bocah dianiaya orang tua maupun keluarga dekat: Terbaru dimasukkan ke karung hingga dugaan dicabuli.

Tayang:
Penulis: Dhimas Yanuar NR
Editor: Dhimas Yanuar
ISTIMEWA
Simak kumpulan 5 kasus paling tragis dan pilu bocah dianiaya orang tua maupun keluarga dekat: Terbaru dimasukkan ke karung hingga dugaan dicabuli. 

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus-kasus penganiayaan terus menjadi pembahasan warganet di internet.

Salah satunya kasus pilu seorang bocah yatim yang ditinggal ayah pergi dan dirawat oleh ibu dan tantenya.

Nasibnya begitu nahas, ia malah terekam dimasukkan ke dalam karung hingga dianiaya oleh tantenya sendiri.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.

Atas pebuatannya kini tante yang aniaya bocah yang merupakan anak yatim itu telah mendekam di balik jeruji besi.

Tak hanya tega menganiaya keponakannya sendiri hingga dimasukkan ke dalam karung, sang tante bahkan meminta bocah malang itu mengangkut air.

Sosok pelaku sontak jadi sorotan publik, membuat banyak pihak penasaran. 

Lalu ada lagi kasus pencabulan anak kandung, kasus dugaan pencabulan ini dilakukan oleh seorang ayah terhadap anak yang berusia lima tahun.

Pelaku pencabulan terhadap anak kandung yakni oknum petugas Damkar wilayah Jakarta Timur.

Selain dua kasus miris ini ada kasus apalagi?

Simak kumpulan 5 kasus paling tragis dan pilu bocah dianiaya orang tua maupun keluarga dekat:

1. Dimasukkan ke karung

Tampang MS (37) seorang tante yang tega menganiaya keponakannya sendiri hingga dimasukkan ke dalam karung.
Tampang MS (37) seorang tante yang tega menganiaya keponakannya sendiri hingga dimasukkan ke dalam karung. (HO)

Tak hanya tega menganiaya keponakannya sendiri hingga dimasukkan ke dalam karung, sang tante bahkan meminta bocah malang itu mengangkut air.

Sosok pelaku sontak jadi sorotan publik, membuat banyak pihak penasaran. 

Pelaku bernama Marintan Sasmita Situmorang (37), yang adalah tante kandung korban, PHN (8).

Pelaku kini telah ditangkap dan ditahan Polres Tapanuli Tengah.

Pelaku pun akan diproses sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu, korban sudah kembali ke ibunya di Sibolga.

Kendati demikian, korban akan tetap mendapatkan pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, dan Polres Tapanuli Tengah.

Dilansir dari keterangan resmi Polres Tapanuli Tengah, peristiwa kekerasan terhadap anak itu terjadi di komplek Perumahan PT Nauli Sawit, Kelurahan Bajamas, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sementara itu, pihak yang melaporkan kasus ini adalah ibu kandung korban, Bintang Situmorang (40).

Bintang, yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja rumah tangga itu melaporkan kekerasan yang dialami anaknya ke Polres Tapanuli Tengah pada Selasa (19/3/2024) dini hari.

Menindaklanjuti laporan Bintang, polisi pun melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Basa Emden Banjarnaho melalui Kasat reskrim Polres AKP Arlin P Harahap menjelaskan, korban bisa bersama pelaku karena pelaku yang memintanya secara langsung.

"Korban PHN (8 thn) diberikan ibunya kepada pelaku (tante kandung) atas permintaan pelaku kepada ibu korban," ucap Arlin, dikutip pada Rabu (20/3/2024).

"Sehingga anak pelaku memiliki teman bermain di Manduamas" tambahnya.

Adapun, lanjut Arlin, korban diminta tinggal dan dirawat oleh tantenya dari Januari 2022.

Arlin juga membenarkan bahwa korban merupakan anak yatim sejak tahun 2024 awal.

2. Oknum damkar cabuli anak

Bocah 5 tahun dicabuli ayah kandung, pelaku oknum Damkar Jakarta Timur
Bocah 5 tahun dicabuli ayah kandung, pelaku oknum Damkar Jakarta Timur (Instagram @priskaprllyy)

Dalam akun Instagram @priskaprllyy, ibu satu anak yang berdomisili di BSD, Tangerang itu pun menceritakan awal mula dirinya sadar sang anak dicabuli.

Di awal Februari 2024, Priska menjemput sang putri yang berusia lima tahun di rumah mantan suaminya, SN.

Kala itu tak ada kecurigaan di benak Priska.

Sampai saat anak Priska mengeluh sakit di alat vitalnya.

"Ini adalah vidio pertama kali saya jemput anak saya setelah menginap dari rumah mantan suami saya. Saat di jalan pulang dari Jakarta menuju BSD, anak saya minta ganti pampers. Pas saya buka celananya, anak saya mengeluhkan sakit di bagian alat vitalnya," ungkap Priska dalam unggahannya dilansir TribunnewsBogor.com, Rabu (20/3/2024).

Sosok oknum petugas Damkar Jakarta Timur diduga cabuli anak kandungnya
Sosok oknum petugas Damkar Jakarta Timur diduga cabuli anak kandungnya (Instagram @damkarjakartatimur/ @priskaprllyy)

Langsung mengecek kondisi sang putri, Priska tersentak.

Priska kaget melihat alat vital anaknya dipenuhi luka.

Luka tersebut ditemukan Priska hingga ke bagian paha.

"Di sini anak saya histeris mengeluh kesakitan. Betapa kagetnya saya pas lihat alat vitalnya ada luka gesekan sampai memerah dan banyak luka di bagian pahanya," imbuh Priska.

3. Dibuang ortu

Warganet dihebohkan dengan beredarnya foto kolase yang menampilkan anak lelaki yang memiliki luka di wajah dan juga secarik surat.

Dalam surat tersebut, berisi permintaan maaf dari seseorang yang diduga orangtua sang bocah karena telah membuangnya.

Kejadian ini diketahui terjadi di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kolase foto bocah tersebut diketahui beredar di media sosial Twitter pada Minggu (27/9/2021).

Dalam surat tersebut terdapat tulisan yang berisi permintaan maaf dari seseorang yang mengaku ibu bocah tersebut.

Ia menuliskan dirinya sudah tak sanggup melihat sang anak menderita.

Pasalnya bocah itu disebut kerap bandel dan membuat masalah setiap hari.

Unggahan ini pun kemudian menjadi viral dan jadi perbincangan warganet. Dikutip dari Kompas.com, Selasa (29/9/2021), Paur Humas Polres Pelalawan Iptu Edy Haryanto saat dikonfirmasi membenarkan hal ini.

Edy mengatakan diduga anak tersebut memang sengaja dibuang oleh orangtuanya.

4. Dianiaya pacar Bibi

Nahas nasib balita 2 tahun yang viral dianiaya oleh Angga, kini telah mendapatkan perawatan medis.

Pihak Polres Tangerang juga menanggung seluruh biaya sang bocah.

Pasca kejadian tersebut, kondisi bocah malang itu sudah mulai membaik, meski masih menderita beberapa luka lebam akibat pukulan tersebut.

ZM diketahui mendapatkan pukulan sebanyak 25 kali dari Angga.

Saat ini ZM juga tengah menjalani visum di rumah sakit karena mengalami luka dan bengkak di pergelangan tangan dan juga lengan.

Penganiayaan pada ZM diketahui direkam sendiri oleh Angga dan video tersebut viral di media sosial.

Saat kejadian, ZM diketahui memukul korban dengan tangan kosong.

Ia juga semakin emosi karena saat kejadian sempat cekcok dengan pacarnya.

Angga diketahui merekam sendiri penganiayaan yang ia lakukan.

Total ada lima video yang Angga rekam. Ia terlihat memukul korban di bagian dada, perut, memukul alat kelamin korban dengan tangan, memukul sikut hingga tumit korban.

Kepada polisi, Angga mengaku merekam kejadian tersebut untuk memberikan efek jera. Saat korban menangis, Angga berniat menunjukkan video tersebut. 

5. Bocah disekap dan dianiaya keluarga

Nasib pilu seorang bocah berusia tujuh tahun di Malang.

Ia disekap dan disiksa oleh satu keluarga hingga korban kurus dan tubuh banyak luka.

Ternyata penyebabnya hanya sepele, korban kerap rewel dan ambil makanan tanpa izin.

Nasib pilu menimpa bocah berinisial D (7) disekap dan dianiaya satu keluarga di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur.

Aksi penganiayaan ini dilakukan oleh satu keluarga mulai dari ayah kandung, ibu tiri beserta keluarga tiri korban.

Korban disekap dan dianiaya dalam ruangan berukuran panjang dan lebar 1,5 meter akhirnya berhasil kabur dari rumah pelaku, Senin (9/10/2023) malam.

Seorang warga, R (53) mengatakan, korban berhasil kabur setelah meminta pertolongan kepada warga sekitar.

"Korban meminta pertolongan ke rumah tetangga. Laporan dari warga selanjutnya diteruskan ke pihak RW dan ke kepolisian," kata R pada Kamis (12/10/2023).

Diketahui, di dalam rumah para pelaku dihuni oleh delapan anggota keluarga, terdiri dari korban, ayah, ibu tiri, orangtua dari ibu tiri dan dua saudara tiri.

Disekap dan kerap dianiaya R mengatakan, korban sering dianiaya dan disiksa hingga disekap di sebuah kamar kecil.

"Kalau air dari panci listrik itu sudah mendidih, korban disuruh memasukkan kedua tangannya ke dalam panci," katanya.

Tidak hanya itu, korban ini tidak diperbolehkan keluar sama sekali bahkan untuk sekolah sekalipun.

Selain itu, kondisi tubuh korban sangat memprihatinkan, seperti kurus dan adanya luka di sekujur tubuh.

"Kondisinya sangat kurus dan penuh luka di sekujur tubuhnya. Lalu di bagian kedua tangannya berwarna putih, seperti bekas luka bakar," katanya.

(*)

(Tribunstyle/Dhimas)

Tags:
aniayaorang tuakarungdamkar
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved