Breaking News:

Mobil Tabrak 6 Kendaraan Parkir di Solo, Ada yang Ringsek, Diduga Pengemudi Bertengkar dengan Pacar

Terjadi kecelakaan di Solo Jawa Tengah, mobil tabrak 6 kendaraan terparkir. Ada yang sampai ringsek. Diduga pengemudi bertengkar dengan pacar.

Editor: Suli Hanna
Tribunnews
Ilustrasi kecelakaan mobil - mobil tabrak 6 kendaraan lain yang terparkir di solo, diduga bertengkar dengan pacar 

TRIBUNTRENDS.COM - Terjadi kecelakaan di Solo, Jawa Tengah, yang diduga dipicu pertengkaran kekasih.

Sebuah mobil menabrak 6 kendaraan lain yang sedang parkir.

Bagaimana kabar lengkapnya?

Tujuh kendaraan terlibat kecelakaan di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), Senin (5/2/2024).

Kasat Lantas Polresta Solo Kompol Agung Yudiawan mengatakan, kejadian berawal dari  keenam kendaraan yang terparkir di ruas Jalan Slamet Riyadi.

Keenam kendaraan itu yakni tiga buah kendaraan roda empat,Toyota Agya B 2267 PFI, Honda Brio AD 1031 I, dan Toyota Rush AD 1840 ERT. 

Baca juga: Tangis Ibu Korban Kecelakaan Bus Rombongan Hanura, Sempat Punya Firasat Buruk, Mimpi Rumah Ramai

Sebuah mobil terlihat ringsek lantaran terlibat kecelakaan di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), Senin (5/2/2024)
Sebuah mobil terlihat ringsek lantaran terlibat kecelakaan di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), Senin (5/2/2024) (Dok. Polresta Solo via Kompas.com)

Serta tiga buah kendaraan roda dua jenis Honda Supra AD 2949 CE, Honda Beat AD 3722 AVF, dan Honda Vario H 3667 DC.

Keenam kendaraan itu diketahui terparkir di sisi utara jalan.

Lalu, dari arah barat ke timur, berjalan Honda City AD 1402 FU dikendarai ENS (28) warga Kecamatan Serengan, Kota Solo.

"Saat melaju, mobil itu tiba-tiba oleng ke kiri selanjutnya membentur kendaran Toyota Agya dan terdorong kendaraan lain yang terparkir. Sehingga terjadilah kecelakaan beruntun," ucap Agung, Senin (5/2/2024).

Kasat Lantas mengatakan, tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Akan tetapi kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta.

Baca juga: Speedboat Pengantar Jenazah di Muba Kecelakaan, Berangkat Tengah Malam, 3 Orang Tewas, Mayat Hilang

Ilustrasi kecelakaan mobil
Ilustrasi kecelakaan mobil (TRIBUNJOGJA.COM / Suluh)

Penyebab kecelakaan masih didalami

Tampak keseluruhan mobil mengalami kerusakaan.

Terparah pada mobil Honda City AD 1402 FU, tampak ringsek di bagian depan sisi kanan kendaraan.

Selain itu, mobil tersebut juga sempat terbalik dan Honda Brio AD 1031 I ringsek di bagian belakang.

Saat disinggung apakah pengemudi Honda City tengah cekcok dengan pacarnya saat mengemudi, pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Sementara masih kami dalami penyebab laka tersebut," jelasnya. 

Selanjutnya, para pengemudi dan barang bukti dibawa ke Polresta Solo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari hasil klarifikasi awal, pihak-pihak yang terlibat kecelakaan, sudah sepakat untuk diselesaikan secara kekeluargaan, pengemudi bersedia menanggung kerugaian yang di sebabkan," pungkasnya.*)

INNALILLAHI Niat Berziarah, 30 Orang Naik Truk di Bandung Kecelakaan, 5 Orang Tewas, 10 Luka Berat

Nasib nahas rombongan peziarah di Bandung Barat, lima orang dinyatakan meninggal dunia.

Para peziarah berjumlah 30 orang itu naik truk namun berujung kecelakaan.

Selain korban meninggal, ada 10 orang yang mengalami luka berat.

Baca juga: DUAR Pergi Melayat, 5 Guru Tewas Kecelakaan, Mobil Hancur, Sekolah Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Truk yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Raya Saguling, Kampung Saleos, Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dipastikan berisi 30 orang. Di berita sebelumnya ditulis 21.

Kecelakaan truk pengangkut rombongan peziarah yang terjadi pada Jumat (26/1/2024) sekitar pukul 00.30 WIB.

Akibat kecelakaan itu, ada tujuh orang meninggal dunia. Sedangkan beberapa lainnya luka berat.

Kasat Lantas Polres Cimahi, AKP Sudirianto, membenarkan terkait kecelakaan tersebut. Pihaknya sudah melakukan evakuasi kendaraan dan masih olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kondisi truk bermuatan peziarah yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Saguling, Kampung Saleos, Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (26/1/2024) dini hari.
Kondisi truk bermuatan peziarah yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Saguling, Kampung Saleos, Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (26/1/2024) dini hari. (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Baca juga: NGERI Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor, Mobil Terpental ke Gang, Penumpang Panik Coba Buka Pintu

"Kejadiannya sekitar jam 00.30 WIB. Truk mengangkut rombongan peziarah dengan penumpang sekitar 30 orang," ujar Sudirianto saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat.

Akibat kejadian tersebut, kata Sudirianto, ada sejumlah penumpang yang meninggal dunia. Juga mengalami luka berat dan luka ringan hingga harus dibawa ke rumah sakit.

"Untuk korban yang meninggal dunia lima orang (di berita sebelumnya 7 orang), 10 luka berat, dan 15 luka ringan," kata Sudirianto.

Untuk saat ini pihaknya masih melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab dan kronologi terkait kecelakaan tersebut.

"Jadi untuk penyebab dan kronologinya masih dilakukan penyelidikan," ucapnya.

'DUAR' Pergi Melayat, 5 Guru Tewas Kecelakaan, Mobil Hancur, Sekolah Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Lima guru SMK Negeri 1 Siantar tewas dalam kecelakaan tragis, Rabu (25/1/2024).

Kelima guru tersebut tewas seketika dalam kecelakaan naas di ruas jalan Siantar-Simalungun Km 24-25 Dusun Bulu Pange, Kecamatan Raya.

Meninggalnya kelima guru tersebut menjadi duka cita mendalam bagi pihak sekolah.

Baca juga: Pak Bu Saya Minta Maaf Sopir Bus New Shantika Ucap Maaf sebelum Kecelakaan, 2 Penumpang Meninggal

SMK N 1 Siantar kibarkan bendera setengah tiang bentuk dukacita 5 guru tewas kecelakaan
SMK N 1 Siantar kibarkan bendera setengah tiang bentuk dukacita 5 guru tewas kecelakaan (Kompas.com/Teguh Pribadi)

Pihak SMK Negeri 1 Siantar lantas memasang bendera setengah tiang di sekolah sebagai bentuk ungkapan duka cita.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Siantar, M Syahrizal Damanik mengatakan, kelima guru itu adalah bagian dari rombongan yang hendak melayat ke rumah duka dari seorang guru di Raya Usang, Kabupaten Simalungun.

Rombongan berangkat sekitar pukul 13.30 WIB.

Dalam perjalanan, salah satu mobil bernomor polisi BK 1391 WZ yang ditumpangi tujuh orang guru bertabrakan dengan truk Fuso BK 9957 yang diduga mengalami rem blong.

“Jadi guru-guru yang melayat ini Pengurus Sosial Kekeluargaan sekolah dan guru yang sedang tidak ada jam belajarnya pada hari itu,” kata Syahrizal, Kamis (25/1/2024).

“Lima guru yang meninggal itu duduk di posisi belakang mobil dan tertimpa boks truk,” ucap dia.

Pihak sekolah memasang bendera setengah tiang sebagai bentuk ungkapan berbela sungkawa.

Guru dan murid, kata Syahrizal, hari ini melayat ke rumah duka masing masing guru dibagi dengan masing-masing kelompok.

“Ini adalah berita duka cita yang mendalam bagi kami, karena lima orang guru terbaik kami meninggal dunia setelah mengalami insiden kemarin,” tutur dia.

“Hari ini kita melayat melayat ke rumah duka masing masing guru, dan pembelajaran hari ini kita tiadakan.

Bendera setengah tiang akan dipasang selama tiga hari,” kata Syahrizal.

Baca juga: NGERI Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor, Mobil Terpental ke Gang, Penumpang Panik Coba Buka Pintu

Salah seorang guru, Rismaria Nababan mengaku hanya bisa mendoakan keluarga korban agar tabah menghadapi cobaan ini.

“Kami sama sama bertemu sebelum ke sana (melayat ke rumah duka), jadi nggak terkatakan lagi lah.

Semoga keluarga (korban) diberkati Tuhan dan tabah,” ucap dia.

Adapun kelima orang guru yang tewas masing-masing adalah guru Kelas X, XI dan XII.

Mereka adalah Sri Welpeni Purba (56) PNS warga Kabupaten Simalungun guru seni budaya, Rosemian Gultom (55) PNS warga Kabupaten Simalungun guru pendidikan agama kristen.

Kemudian, Elpine Simanjuntak (55) warga Kabupaten Simalungun, guru bahasa inggris, guru tidak tetap (GTT), Sri Juni Eva Saragih (52) warga Kota Pematangsiantar, guru matematika (GTT) dan Surti Togatorop (28) warga Kabupaten Humbahas, GTT.

Sosok kelima guru SMK N 1 Siantar yang tewas kecelakaan
Sosok kelima guru SMK N 1 Siantar yang tewas kecelakaan (YouTube TribunSumsel)

Kecelakaan lalu lintas ini total merenggut enam korban jiwa dan empat korban luka.

Selain itu, lima mobil dan lima sepeda motor rusak.

Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai angka Rp 500 juta.

Seorang korban tewas lainnya adalah penumpang mobil pick up L-300 BK 8060 TQ, Hari Pardede (24). Korban beralamat di Jalan Besar Sarimatondang, Nagori Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Hari tewas setelah sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat, sebelum meninggal dunia di RSUD Tn Rondahaim.

Artikel ini telah diolah dari Kompas.com, TribunJabar, dan Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Tags:
kecelakaanSolomobil
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved