Breaking News:

Berita Viral

Preman Pungli di Medan & Bos Toko Es Krim Sepakat Damai, Nasib Karyawan yang Viralkan, Kini Resign

Preman pungli di Medan kini bebas karena pemilik toko es krim pilih damai, sementara itu karyawan putuskan resign.

TRIBUN MEDAN/HO
Preman pungli di Medan kini bebas karena pemilik toko es krim pilih damai, sementara itu karyawan putuskan resign. 

TRIBUNTRENDS.COM - Sempat viral aksi preman di Medan lakukan pungli di toko es krim Xin Xue di kawasan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara.

Preman tersebut sempat minta uang keamanan sebesar Rp 150 ribu dan jatah es krim setiap bulannya.

Namun, kini kasus ini berakhir damai lantaran manajemen toko es krim memutuskan membebaskan si preman, sedangkan karyawannya memilih resign.

Sebelumnya di video yang beredar, tampak preman itu terlibat cekcok dengan dengan karyawan toko es krim Xin Xue.

"Viral di media sosial, menurut info Abang ini selalu tiap Bulan minta Uang keamanan Rp.150.000/Bulan dan ICE CREAM.

Lokasi : Medan Johor Ice Cream Xin Xue (samping Alfamidi)," demikian narasi dalam keterangan unggahan itu.

Baca juga: Tak Diberi Uang Rp 10 Juta, Preman di Gowa Ngamuk, Acungkan Sajam, Ancam Wanita Tutup Jalan

Suasana Xinxui Ice Cream di Jalan Karya Jaya, Kecamatan Medan Johor. Lokasi ini merupakan tempat aksi premanisme yang viral di media sosial beberapa waktu lalu, Sabtu (9/12/2023).
Suasana Xinxui Ice Cream di Jalan Karya Jaya, Kecamatan Medan Johor. Lokasi ini merupakan tempat aksi premanisme yang viral di media sosial beberapa waktu lalu, Sabtu (9/12/2023). (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)

Dalam video tersebut, tampak saat itu outlet es krim tersebut sedang sepi pengunjung.

Di dalam hanya ada seorang pria yang mengenakan kaus abu-abu bercampur putih dengan motif garis-garis.

Namun pria yang mengenakan topi tersebut bukan ingin membeli, melainkan memalak karyawan dengan modus meminta uang keamanan.

Terdengar dalam rekaman tersebut, ia ngotot meminta uang keamanan ke karyawan yang berada di outlet tersebut.

Namun karyawan wanita itu dengan tegas menolak permintaan pria itu.

"Bukan uang kau yang kuminta,"ucap si pria itu.

"Iya memang bukan uangku, tapi aku bekerja di perusahaan ini," jawab karyawan tersebut.

Tak berhenti di situ, pria tersebut terdengar tetap ngotot dengan mengatakan bahwa ia meminta uang keamanan dari atasan mereka, bukan dari karyawan tersebut.

"Aku berurusan sama atasan kalian, bukan kalian,"ujar pria itu lagi.

"Iya tapi suratnya nggak resmi kan pak," tegas karyawan kemudian.

Video itu sontak ramai oleh komentar-komentar dari warganet.

"Tidak ada efek jeranya bagi premanisme n pungli makin lama makin bertambah saja," tulis @kristiansembirings.

"Acem mana mo jera & gak ada lg kasus kek gini.giliran diviralkan,trus ditangkap & terus..,tau sendiri lah kan ending nya kek mana," tulis @rafandra_rifqi.

"Emangnya dia Polisi atau TNI ya kok bilang soal jaga keamanan...klo ga kasih mau dimaling?," tulis @arifin.poh.

"Di kira pabrik es krim bapak nya min minta aja pake jatah lagi mau duit kerja biar berkah uang nya," tulis @farel.wijaya.75839923.

Momen antara preman yang minta uang Rp 150 ke kedai es krim dengan pihak toko bersepakat berdamai di Polsek Delitua. Polisi menyebut korban enggan membuat laporan.
Momen antara preman yang minta uang Rp 150 ke kedai es krim dengan pihak toko bersepakat berdamai di Polsek Delitua. Polisi menyebut korban enggan membuat laporan. (TRIBUN MEDAN/HO)

Baca juga: Viral Aksi Pungli di Thamrin City, Korbannya Sopir Bus, Sudah Bayar Rp 150 Ribu Masih Dimintai Lagi

Pemilik Toko Es Krim Pilih Damai, Karyawan Resign

Kabar terbaru, setelah manajemen Xinxui ice cream Medan Johor dengan preman bernama Diansyah yang meminta uang sebesar Rp 150 ribu berdamai, karyawan perempuan berinisial KN (22) justru mengundurkan diri.

KN mengundurkan diri secara tiba-tiba sehari setelah manajemen dan preman tersebut sepakat berdamai di Polsek Delitua. KN sendiri baru bekerja sebulan lebih.

Muhammad Fajar (19) kepala toko Xinxui Jalan Karya Jaya mengatakan karyawan yang merekam aksi preman tersebut resmi mengundurkan diri pada Sabtu siang.

Pihaknya pun tidak mengetahui apa alasannya karyawan tersebut keluar secara tiba-tiba. "Semalam sudah berdamai. Yang memviralkan mengundurkan diri tanpa alasan. Mungkin ketakutan atau apa,"ungkap Fajar, Sabtu (9/12/2023).

Fajar menjelaskan, preman bernama Diansyah datang meminta uang sebesar Rp 150 ribu pada Kamis (7/12/2023) sore.

Karyawan merekam preman tersebut karena diduga merasa tak terima ada preman meminta-minta uang.

Namun seusai keributan, preman tersebut tetap diberikan uang sebesar Rp 150 ribu lalu pergi. Alasan preman tersebut meminta uang dengan alasan uang keamanan.

Katanya, manajer Xinxui ice cream kerap memberikan uang kepada preman tersebut. "Dia memintanya 150 Ribu. Untuk uang keamanan dan manager sering ngasih.

Terpisah, Polisi menyatakan antara preman yang melakukan pungutan liar di toko ice cream Xinxui dengan pemilik atau pekerja berakhir damai.

Kanit Reskrim Polsek Delitua AKP Irwanta Sembiring mengatakan korban enggan membuat laporan.

Kedua belah pihak bersepakat berdamai dan tidak mempermasalahkan aksi premanisme ini lagi.

"Sudah berdamai di kantor Polisi, kemarin. Korban tidak mau membuat laporan padahal sudah kita arahkan,"kata AKP Irwanta Sembiring, Sabtu (9/12/2023).

Irwanta menjelaskan, preman bernama Diansyah diamankan Polisi sehari setelah kejadian atau tepatnya Jumat (8/12/2023).

Namun karena korban memilih berdamai, sehingga preman tersebut hanya dibina, kemudian akan dipulangkan.

"Keduanya sudah bersepakat berdamai. Pelaku sudah diberikan peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi," tutupnya.

Sebelumnya, viral di media sosial aksi preman Medan meresahkan kembali terjadi es krim Xin Xue di kawasan Jalan Karya Jaya, Kecamatan Medan Johor.

Preman tersebut minta uang keamanan sebesar Rp 150 ribu dan jatah es krim setiap bulannya.

(Cr25/Cr31/tribun-medan.com)

Diolah dari artikel Tribun-Medan.com

Sumber: Tribun Medan
Tags:
berita viral hari inipremanpungliMedan
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved