Berita Viral
SOSOK Key, Bocah Bantar Gebang Curhat ke Jokowi, Temannya Tak Bisa Sekolah: Mimpi Tertimbun Sampah
Inilah Key, bocah asal Bantar Gebang, Bekasi yang curhat kepada Presiden Joko Widodo. Ia menyebut teman-temannya tidak bisa bersekolah.
Editor: Febriana Nur Insani
TRIBUNTRENDS.COM - Sosok Key, bocah yang meluapkan curhatannya kepada Presiden Joko Widodo.
Bocah asal Bantar Gebang, Bekasi tersebut menceritakan soal teman-temannya yang tak bisa bersekolah.
Ia menyinggung ada ribuan mimpi yang tertimbun sampah.
Viral seorang bocah perempuan bernama Key asal Bantar Gebang, Bekasi curhat kepada Presiden Joko Widodo soal teman-temannya yang tak bisa sekolah.
Bocah tersebut mengungkap isi hatinya sembari memandangi foto Jokowi yang dibingkai emas di sebalahnya.
"Pak Presiden kawanku terancam gak bisa melanjutkan sekolah karena untuk bisa sekolah hanya punya uang atau kenalan pejabat," kata bocah tersebut dikutip dari akun TikTok bernama doniafandi427 dikutip TribunJakarta, Minggu (16/7/2023).
Baca juga: SOSOK Ayip Amir Ukur Jarak ke Sekolah Pakai Meteran, Adik Tak Lolos PPDB Zonasi: Beda 4 Meter Doang

Key pun tak segan menawarkan Jokowi untuk berkunjung ke daerahnya melihat teman-teman yang tidak bisa sekolah.
Dikatakan Key ada banyak teman-temannya yang mimpinya harus pasrah terkubur sampah.
"Apa presiden mau ke sini pak ke Bantar Gebang nanti aku tunjukin ada ribuan mimpi di sini yang tertimbun sampah,"
"Pak presiden bapak masih mau denger cerita kami di sini? Saya pelajar Bantargebang nama saya Key," sambungnya.
Dalam keterangan video yang tertulis Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan.
Pengunggah video dalam caption pun menuliskan mengenai hal pungli atau pungutan liar terkait dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Desas-desus harus melalui “Jalur Tikus” sudah merebak di masyarakat. Bagi yang cukup uang, maka “Jalur Tikus” dianggap sebagai penyelamat hingga anak mereka dapat diterima sekolah padahal tadinya ditolak,” tulis dalam keterangan video.
Sampai berita ini diturunkan, video tersebut sudah ditonton hampir setengah juta kali.
Kolom komentar pun dipenuhi ribuan warganet yang merasa miris dengan kondisi anak-anak tersebut.
Baca juga: ASTAGA! Siswa SMP di Temanggung Bakar Sekolah, Sakit Hati Dibully Teman dan Kurang Diperhatikan Guru
"Viralkan biar sampai ke Pak Jokowi," tulis warganet.
"Kalau pak presiden liat insya allah langsung datang," tulis warganet lain.
SOSOK Ayip Amir Ukur Jarak ke Sekolah Pakai Meteran, Adik Tak Lolos PPDB Zonasi: Beda 4 Meter Doang
PENASARAN dan kecewa, Ayip Amir nekat ukur jarak rumah ke sekolah pakai meteran.
Hal ini imbas sang adik tak lolos PPDB zonasi.
Siapakah sosok Ayip Amir?
Nama Ayip Amir tengah ramai diperbincangkan usai aksinya viral di jagad maya.
Ayip Amir melakukan tindakan yang menghebohkan, yakni mengukur jarak sekolah ke permukiman warga secara manual.
Ayip Amir mengukur jarak sekolah ke permukiman menggunakan meteran.
Aksinya terekam kamera dan dibagikan di media sosial.
Videonya pun tersebar dan kini menjadi viral.
Ayip Amir nekat melakukan aksi itu lantaran kecewa sang adik tidak diterima di SMAN 5 Tangerang pada PPDB jalur zonasi.
Baca juga: AUTO Kaya Raya, Ini Sosok Mbah Taryo, Dapat Ganti Rugi Proyek Jalan Tol Rp 19,5 M:Ya Saya Setuju Aja

Ia pun menjelaskan kronologi kejadian yang tengah menjadi buah bibir tersebut.
"Pada saat pendaftaran, tanggal 3 sampai 6, adik saya aman-aman saja.
Dengan zonasi awalnya dari google maps 412 (meter), posisinya di depan pintu sekolah," kaya Ayip Amir melansir YouTube tvOneNews, Kamis (13/7/2023).
Namun, jarak itu berbeda dengan yang ada di sistem zonasi.
"Kalau dimasukin ke SMA 5, titiknya 430-an. Tapi di sistem zonasi dapat 467 meter. Tapi saya nggak masalah," ia mengatakan.
Namun, nama sang adik dinyatakan tidak lolos PPDB zonasi saat pengumuman.
Baca juga: 5 Fakta Pernikahan Tina Toon yang Diam-diam Digelar Juni Lalu, Intim dan Mewah, Ini Sosok Suaminya

"Tanggal 6 pendaftaran aman-aman saja, tapi tanggal 7 jam 7.48, ketendang adik saya," kata Ayip Amir.
"Di atas (nama) adik saya, ada dua lagi yang ikut tertendang," lanjutnya.
Ia mengatakan bahwa adiknya itu tidak lolos PPDB zonasi karena jarak rumah.
"Kalah dengan yang terkahir kuota 152 itu (jarak rumah) 463 (meter), adik saya 467. Beda 4 meter doang," ujarnya.
"Makannya saya coba klarifikasi ke sekolah, untuk melihat bagaimana tanggapannya," kata Ayip.
Saat melakukan klarifikasi, pihak sekolah mengatakan bahwa PPDB zonasi dapat diperbaiki.
"Tapi di jukis PPDB tidak dijelaskan (terkait perbaikan). Ketika sekolah tidak bisa menjelaskan lebih dalam dan meminta data doang, saya mencoba melakukan pengukuran."
Kemudian, seperti yang beredar di media sosial di mana Ayip mengukur jarak ke sekolah ke pemukiman warga.
Baca juga: Sosok 3 Pengantin Wanita Kabur Buat Heboh di Bulan Juli, Terungkap Cara Ketiganya Pergi dari Suami

Saat itu, Ayip mencari rumah siswa yang diterima PPDB zonasi di SMAN 5 Tangerang dengan jarak yang paling dekat, yakni 59 meter.
"Warga sekitar dan mantan RW tidak mengenal (siswa yang diterima) dengan nomor urut 1. Kalau mantan RW bilang, mungkin ada di belakang."
"Saya berpikir pasti di belakang. Cuman jarak nggak mungkin 59 meter, akan lebih," jelas Ayip Amir.
Aksinya Viral di Media Sosial
Sebeumnya, aksi Ayip Amir mengukur jarak antara rumah dan sekolah menggunakan meteran, viral di media sosial.
Dilansir Surya.co.id dari TribunTangerang.com, tindakan penuh pengorbanan ini dilakukan untuk membuktikan kecurangan pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) Provinsi Banten.
Menggunakan meteran gulung, Ayip mengukur jarak rumahnya dengan SMAN 5 Kota Tangerang yang berlokasi di Jalan Ciujung Raya, Perumnas I, Kota Tangerang.
Unggahan video yang memperlihatkan aksi Ayip mengukur jarak ke sekolah demi memastikan zonasi, mendapat dukungan dari netizen di media sosial.
Ayip Amir melakukan aksi tersebut lantaran kecewa karena pada PPDB jalur zonasi, adiknya tak diterima di SMAN 5 Kota Tangerang.
Ayip heran karena siswa yang diterima lewat jalur zonasi, ada yang jarak rumah-sekolah hanya 59 meter.
Nyatanya, di rumah-rumah pada jarak 59 meter, tersebut tidak ada anak yang bernama sesuai dengan yang dinyatakan lolos jalur zonasi.
Dalam keterangan disebutkan Ayip mengukur jarak terdekat dari pemukiman warga ke SMAN 5 Kota Tangerang secara manual menggunakan meteran.
Ayip mencari peserta yang dipastikan diterima di SMAN 5 Kota Tangerang yang rumahnya berjarak kurang dari 100 meter dari sekolah.
Baca juga: SOSOK Ahmad Arsyad Fans JKT48 yang Meninggal di Meet & Greet Idola, Umur 17 Tahun, Atlet Berprestasi
"Kami sengaja membawa meteran, biar puas sekalian kita cari itu nama siswa yang tertera dari 59 meter hingga 100 meter dan hasilnya nihil tidak ada satupun nama siswa di dekat sekolah itu,” ujar Ayip Amir, dikutip Kamis (13/7/2023).
Dalam video yang beredar, Ayip terlihat membawa meteran mengukur jarak dari sekolah ke salah satu rumah siswa.
Ayip mengatakan heran karena tak ada siswa yang terdekat tertera yang mendaftar ke SMAN 5 Kota Tangerang tersebut.
Ia juga mengaku telah menelusuri beberapa siswa yang diterima dengan jarak terdekat.
Namun, ia tak menemukan hasil karena jaraknya yang justru lebih jauh.
"Gak ketemu siswanya di depan tadi, gak ada yang daftar di SMA, makannya bingung ini, kacau,” ujarnya.
"Posisi siswa yang didepan kita cek nama Sab*** tidak ada, adanya kata ketua RW kemungkinan ada di belakang, tapi kan itu lebih jauh lagi jaraknya dari SMA," kata dia.
"Makanya itu posisinya SMA 5 ngukur jaraknya gimana," ujar Ayip Amir heran.
Kini, video aksi orangtua siswa mengukur jarak ke sekolah itu menyita perhatian warganet.
(TribunJakarta.com/Siti Nawiroh)(Surya.co.id/ Christine Ayu Nurchayanti)
Diolah dari artikel TribunJakarta.com dan Surya.co.id
Dari Antar Pesanan ke Maut: Kronologi Ojol Terlindas Rantis, Roda Besi Brimob Hentikan Napas Affan |
![]() |
---|
Roda Besi Brimob Renggut Nyawa Ojol, Teriakan Berubah Tangisan, Kapolri Tunduk Meminta Maaf |
![]() |
---|
Malam Mencekam di Jakarta, Ojol Terlindas Rantis Brimob saat Demo, Video Amatir Viral di Medsos |
![]() |
---|
Bukan Orang Biasa, Gaji Salsa Erwina Disebut Selevel Anggota DPR RI, Viral Tantang Ahmad Sahroni |
![]() |
---|
Pekerjaan Sintya Cilla Bikin Denny Sumargo Syok, Rela Beli Minuman Mahal Demi Ketemu DJ Panda |
![]() |
---|