Breaking News:

Berita Viral

SOSOK Maulana Alumni SMAN 3 Semarang, Diterima di 21 Universitas Top Luar Negeri, Pilih UC Berkeley

Maulana Fatahillah Adzima, siswa alumni SMAN 3 Semarang diterima di 21 universitas top luar negeri yang tersebar di 8 negara. Ia lanjut ke UC Berkeley

Instagram @sman3semarang @mauladzima
Siswa alumni SMAN 3 Semarang, Maulana Fatahillah Adzima diterima di 21 universitas top luar negeri 

TRIBUNTRENDS.COM - Viral sosok Maulana Fatahillah Adzima yang diterima di 21 universitas top luar negeri yang tersebar di 8 negara.

Mulai dari University of Toronto, University of Manchester, hingga University of California.

Pada akhirnya siswa alumni SMAN 3 Semarang itu memilih lanjutkan studinya ke University of California di Berkeley, Amerika Serikat jurusan Civil Engineering.

Inilah sosok Maulana Fatahillah Adzima, siswa alumni SMAN 3 Semarang yang berhasil diterima di 21 Universitas Top luar negeri.

Kabar tersebut dibagikan di akun TikTok miliknya @maulaadzima.

Ia mengunggah sebuah video yang berdurasi kurang dari 20 detik tersebut berisi video transisi yang memperlihatkan deretan 21 Universitas Top Luar Negeri yang berhasil menerimanya menjadi mahasiswa baru.

Baca juga: SOSOK Sindy Suwanda, Kuliah di UGM Berbekal Ijazah Paket C, Kini Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun

Inilah sosok Maulana Fatahillah Adzima, siswa alumni SMAN 3 Semarang yang berhasil diterima di 21 Universitas top luar negeri
Inilah sosok Maulana Fatahillah Adzima, siswa alumni SMAN 3 Semarang yang berhasil diterima di 21 Universitas top luar negeri (Kolase TribunJabar.id / TikTok @Tiktok @maulanaadzima)

Hingga kini videonya telah ditonton lebih dari 3,4 juta kali dan menuai banyak reaksi warganet.

Dilansir dari akun Instagram @sman3semarang, Maulana Fatahillah Adzima adalah siswa SMAN 3 Semarang.

Diketahui, ia baru saja lulus pada Mei 2023 lalu.

Kini, ia menorehkan prestasi yang begitu membanggakan.

Maulana diterima di 21 Universitas Luar Negeri yang tersebar di 8 negara.

Selama menjadi siswa SMA Negeri 3 Semarang, Maulana memiliki segudang prestasi di dunia Olimpiade khususnya Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Geografi dan Kebumian yang menghantarkan dirinya menjadi salah satu penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional.

Jerih payah Maulana selama ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan.

Baca juga: SOSOK Tika Bonet, Dulu Tukang Cuci Piring, Kini Sukses Jadi Influencer, Karier Moncer:Hasil Dedikasi

Dengan diterima oleh 21 Universitas Top Luar Negeri, Maulana memantapkan dirinya untuk melanjutkan studi di UC Berkeley, Amerika Serikat jurusan Civil Engineering.

Berikut deretan 21 Universitas top luar negeri yang berhasil dicapai oleh Maulana Fatahillah Adzima dengan total 27 LOA (Latter of Acceptance) yang tersebar di 8 negara.

1. University of California, Berkeley (Amerika) - Civil Engineering

2. Wageningen University (Belanda) - Environmental Sciences

3. University of New South Wales (Australia) - Civil Engineering

4. University of Sydney (Australia) - Civil Engineering. Scarborough (Canada) - Physical and

5. University of Toronto Environmental Sciences

6. University of British Columbia (Canada) - Civil Engineering

7. Monash University (Australia) - Civil Engineering

Sosok Maulana Fatahillah Adzima, siswa alumni SMAN 3 Semarang
Sosok Maulana Fatahillah Adzima, siswa alumni SMAN 3 Semarang (Instagram @mauladzima)

8. University of Western Australia (Australia) - Civil Engineering

9. University of California, Davis (Amerika) - Civil Engineering

10. University of Toronto. St. George (Canada) - Civil Engineering

11. University of Toronto, Mississauga (Canada) Chemical and Physical Sciences

12. Wageningen University (Belanda) - Food Technology 13. Wageningen University (Belanda) - Marine Sciences

14. Nanyang Technological University (Singapore) - Civil Engineering

15. Saint Andrews University (Amerika) Pre-Med and Business Administration

16. University of Michigan-Dearborn - Mechanical Engineering (Amerika)

17. Saint Louis University (Spanyol) Mechanical Engineering 18. Missouri University of Science and Technology (Amerika) - Civil Engineering

19. Drake University (Amerika) - Environmental Science

20. University of Michigan-Flint (Amerika) - Mechanical Engineering

21. University of Manchester (Inggris) - Civil Engineering

22. University of Manchester (Inggris) - Environmental Science

23. University of Manchester (Inggris) - Earth and Planetary Science

24. University of Dundee (Inggris) - Environmental Science and Geography

25. University of Maryland (Amerika) - Civil Engineering

26. Bradley University (Amerika) - Civil Engineering

27. American University in Bulgaria (Bulgaria) - Computer Science

Kisah Lainnya - SOSOK Sindy Suwanda, Kuliah di UGM Berbekal Ijazah Paket C, Kini Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun

Baru 20 tahun sudah lulus kuliah kedokteran, itulah gambaran sosok Sindy Suwanda.

Ia kini tengah menjalani koas setelah berhasil lulus dari Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Gajah Mada (UGM).

Tak cuma itu, dulu Sindy Suwanda ternyata diterima di UGM berbekal ijazah Paket C.

Sosok Sindy Suwanda, dokter muda dan cantik yang lulus dari Universitas Gajah Mada atau UGM saat usianya masih 20 tahun.

Kisah Sindy Suwanda agaknya bisa menginspirasi rekanan atau junior juga siapapun di luar sana yang sedang berjuang untuk menyelesaikan studi.

Selain lulus pada usia muda, pendidikan Sindy Suwanda di UGM berbekal dengan ijazah Paket C.

Baca juga: SOSOK Citra Brilyana, Dokter Gigi Sukses Ternak Domba, Awalnya Belajar Lewat Buku hingga Cerita Nabi

Sindy Suwanda lulus kedokteran UGM pada usia 20 tahun dengan modal ijazah Paket C
Sindy Suwanda lulus kedokteran UGM pada usia 20 tahun dengan modal ijazah Paket C (TribunJabar.id)

Sindy Suwanda merupakan mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan di UGM, yang saat ini sedang menjalani Koas (Koasisten, kegiatan praktik para dokter muda di rumah sakit) Untuk mendapatkan gelar dokter hewan yang menjadi cita-citanya.

Melansir Tribun Jabar, kisah inspiratif itu dimulai Sindy karena dia kerap mengikuti kelas akselerasi saat SMP hingga SMA.

Ia mengatakan alasan dalam memilih kelas akselerasi ini tidak hanya alasan memiliki otak yang cerdas.

"Kalau pintar itu ya pasti lebih banyak juga yang pintar. Cuma saya memang kebetulan home schoolingnya mengadakan akselerasi dan ya sudah coba dijalani," ujar Sindy saat dihubungi, Sabtu (1/7/2023).

Sebelumnya ia mengikuti sekolah formal di SMP Swasta namun akhirnya dilanjutkan dengan program home schooling di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Wirayudha Kirana.

Oleh karena itu pada saat lulus SMA, Sindy pun mengambil ujian Paket C sebagai pengganti ujian nasional yang biasanya diikuti oleh murid sekolah pada umumnya.

Sindy mengatakan ia sudah sering mendapatkan kabar jika lulusan Paket C kemungkinan akan sulit masuk kuliah negeri.

"Di PKBM Wirayudha Kirana sebelumnya ada alumni yang bisa masuk kuliah tapi masuknya swasta. Tapi seenggaknya lega karena gosip Paket C nggak bisa masuk kuliah itu salah," ucap Sindy.

Baca juga: SOSOK Sriyono, Mantan Pejabat 2 Periode Pilih Hidup di Hutan, Tak Bingung Cari Makan Tanam Sendiri

ILUSTRASI - Dokter hewan merupakan cita-cita Sindy Suwanda
ILUSTRASI - Dokter hewan merupakan cita-cita Sindy Suwanda (Freepik)

Sejak awal Sindy telah mengincar untuk kuliah di perguruan tinggi negeri, ia pun mengikuti tes jalur Sekolah Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Pada saat pendaftaran, ia melihat ternyata lulusan paket C bisa ikut SBMPTN karena tertera dalam pilihannya.

Lalu tak disangka, ia mampu masuk ke UGM sebagai pilihan utamanya.

Selama menjalani test SBMPTN, Sindy mengatakan ia tidak terlalu kesulitan karena pelajaran saat home schooling cukup membantunya dalam menyelesaikan soal.

"PKBM itu lebih santai dan belajarnya bisa fokus mendalami mata pelajaran yang di inginkan, jadi ketika mengerjakan test SBMPTN sudah familiar akan tipe soalnya," ujarnya.

Sebagai lulusan Paket C dan berhasil masuk perguruan tinggi negeri yang tentunya tidak mudah, Sindy pun memberikan tips-nya.

"Fokus saja dengan tujuan mau kemana dan fokus ke mata pelajaran jadi tidak keteteran waktu belajarnya. SBMPTN itu tidak liat sekolah dari mana tetapi liat hasilnya, jadi maksimalkan dengan baik," kata Sindy.

Dari perjalanan pendidikannya ini, Sindy berharap cita-citanya menjadi dokter hewan bisa tercapai karena ia ingin membantu orang lain melalui dokter hewan, tidak hanya bantu hewannya tetapi juga pemiliknya.

(TribunJabar.id/Salma Dinda Regina)(Surya.co.id/Akira Tandika)

Diolah dari artikel TribunJabar.id dan Surya.co.id 

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
berita viral hari iniMaulana Fatahillah AdzimaSMAN 3 SemarangUniversity of California
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved