Breaking News:

Berita Viral

Kafe Ini Viral di TikTok, Diduga Jadi Sarang LGBT, Dewan Adat dan MUI Minta Aparat untuk Merazia

Video berdurasi 21 detik yang menggambarkan aktivitas di dalam salah kafe di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, viral di medsos

Editor: Nafis Abdulhakim
Tribun Medan
Ilustrasi video viral. Viral video memperlihatkan suasana kafe di Palangkaraya yang diduga menjadi tempat berkumpulnya kaum LGBT 

TRIBUNTRENDS.COM - Viral di TikTok, ada sebuah video yang memperlihatkan suasana sebuah kafe di Palangkaraya.

Terlihat kafe tersebut penuh dengan orang dan ada keributan di sana.

Namun ada pemandangan yang janggal pada video tersebut.

Diduga kafe tersebut menjadi sarang berkumpulnya LGBT.

Kini Majelis Ulama Indonesia di Palangkaraya dan Dewan Adat menanggapi video yang viral tersebut.

Kedua pihak ingin aparat segera merazia kafe-kafe di wilayah tersebut yang menampung atau menjadi tempat berkumpulnya kaum LGBT.

Baca juga: Viral di TikTok, Video Gadis Mirip Hasyakyla JKT 48, Nekat Meluncur di Pipa Pegangan Tangga

Video berdurasi 21 detik yang menggambarkan aktivitas diduga LGBT di dalam salah kafe itu viral di medsos.
Video berdurasi 21 detik yang menggambarkan aktivitas diduga LGBT di dalam salah kafe itu viral di medsos. (kolase Instagram)

Video berdurasi 21 detik yang menggambarkan aktivitas di dalam salah kafe di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, viral di medsos.

Pasalnya, narasi di unggahan video yang viral di medsos itu menyebut adanya dugaan kegiatan kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

Disebutkan pula, kafe itu diduga berada di Kota Palangkaraya dan tidak ada konfirmasi atau penjelasan dari pengelolanya.

Saat didatangi aparat kepolisian dan TNI, Rabu (28/9/2022) siang, pihak mengelola membantah tudingan seperti yang beredar di medsos tersebut.

Pengelola menegaskan tuduhan itu tidak benar dan tidak dikonfirmasikan ke pihaknya.

Sang pemilik Kafe Suel menegaskan yang terjadi saat itu adalah adanya pengunjung yang sedang bersitegang.

Lalu beberapa orang berusaha menenangkan.

"Ada pengunjung lain yang berusaha menenangkan dengan mengelus punggungnya. Juga disebut berciuman padahal itu orang yang lagi membisiki karena saat itu ada suara musik yang keras. Jadi tidak benar yang disebutkan di medsos itu," tegas Suel.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kalteng
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved