Breaking News:

Psikologis Terganggung, Siswi SMP Ini Lapor Polisi, Jadi Korban Asusila Gurunya Saat Cap Tiga Jari

Aksi bejat seorang guru membuat psikologis siswi ini terganggu, lakukan aksi asusila saat cap tiga jari

Editor: Nafis Abdulhakim
Yonhap News
Ilustrasi pelecehan asusila. Siswi SMP jadi korban asusila oknum gurunya sendiri 

TRIBUNTRENDS.COM - Aksi bejat dilakukan oknum guru SMP kepada siswinya.

Kegiatan asusila itu dilakukan sang guru saat siswinya tersebut melegalisir ijazah dan melakukan cap tiga jari.

Akibatnya, kini siswi tersebut mengalami goncangan pada psikologisnya.

Tindakan guru tersebut kini sudah dilaporkan pihak korban ke kepolisian.

Baca juga: Aksi Tak Senonoh Sejoli di Mobil, Berbuat Asusila Pakai Baju Adat, Si Pria Nyetir Sambil Main Ponsel

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami S (15) di SMP asalnya sudah dilaporkan kepada Polresta Bogor Kota.

S yang kini duduk di bangku sekolah kelas 1 SMK melaporkan mantan gurunya di SMP berinisial H (70) atas dugaan pelecehan seksual yang menimpanya.

Kuasa Hukum S (15) korban dugaan pelecehan seksual saat memberkan bukti laporan kepolisian yang telah dibuat kliennya, Kamis (22/9/2022) malam.
Kuasa Hukum S (15) korban dugaan pelecehan seksual saat memberkan bukti laporan kepolisian yang telah dibuat kliennya, Kamis (22/9/2022) malam. (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

Laporan polisi dengan nomor STBL/B/1072/IX/SPKT/ Polresta Bogor Kota/Jawa Barat dibuat oleh keluarga S yang didampingi oleh kuasa hukum pada Kamis (22/9/2022).

"Maksud tujuan kita ke Polresta Bogor kota itu dalam rangka untuk melakukan aduan atau laporan kepolisian atas adanya dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur," kata Kuasa Hukum Anggi Triana Ismail saat dijumpai di Mako Polresta Bogor Kota, Kamis malam.

Pria yang juga sebagai Direktur Eksekutif  Sembilan Bintang and Partner ini menambahan, laporan yang dibuat oleh keluarga S dibuat agar kasus ini segera ditangani.

"Alhamdulillah hari ini kita sudah diterima dengan baik oleh kepolisian resort Kota Bogor khusus nya unit PPA, dengan gerak cepat kita direspon," ungkapnya.

Namun, ketika disinggung soal kliennya baru melaporkan, Anggi membeberkan bahwa butuh spare waktu agar S memberikan keterangannya.

Baca juga: Niatnya Bekerja Perbaiki Filter Udara, Wanita Ini Malah Alami Kekerasan Asusila, Pelaku Pelanggannya

Sebab, kondisi psikologis S cukup terganggu akibat kejadian yang menimpanya.

"Peristiwa ini di lakukan pada hari Jumat 26 Agustus 2022. Memang di sini ada jangka waktu, dikarenakan memang anak ini sudah kena psikologinya. Pasalnya, anak ini masih di bawah umur, psikologinya belum kuat. Pada akhirnya dia kasih sper waktu untuk menguatkan dirinya menyampaikan hal ini," jelasnya.

Kronologi Kejadian Dugaan Pelecehan Seksual

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved