Breaking News:

'CUKUP Anak Saya Saja' Ibu Santri Gontor Tak Kuasa Tahan Tangis, Anak Diduga Dianiaya hingga Tewas

Ibu Santri Gontor tak tahan manahan air mata. Anaknya didiuga dianiaya hingga tewas. Ini pesan sang ibu.

Editor: Suli Hanna
KOMPAS.com Muhlis Al Alawi/Instagram @hotmanparisofficial
Jalan masuk menuju Pondok Pesantren Gontor di Ponorogo, Jawa Timur (kiri). Soimah, ibu AM santri Gontor yang tewas karena dianiaya (kanan). 

TRIBUNTRENDS.COM - Kabar sedih datang dari dunia pendidikan Tanah Air.

Santer kabar beredar penganiayaan Santri Gontor, Jawa Timur.

Ibu dari anak tersebut pun hanya bisa menangis sedih.

Kasus penganiayaan Santri Gontor disorot. Tangis pilu Soimah (44), ibu dari AM, santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, Jawa Timur tak terbendung.

Air mata Soimah terus mengalir saat membaca pernyataan dari terkait kasus penganiayaan Santri Gontor. Ia menyebutkan penyebab kematian AM (17) anak sulungnya.

Didampingi pengacaranya, Titis Rachmawati SH, Soimah berharap kasus Penganiayaan Santri Gontor ini mendapat keadilan atas peristiwa yang menimpa anaknya, seorang santri gontor meninggal dunia diduga karena dianiaya.

Baca juga: TANGIS Ibu Ngadu ke Hotman Paris Usai Anaknya Meninggal di Ponpes, Kafan Penuh Darah saat Dikubur

Keluarga santri Gontor asal Palembang mengelar konferensi pers atas kematian AM saat menuntut ilmu di pondok pesantren tersebut, Selasa (6/9/2022)
Keluarga santri Gontor asal Palembang mengelar konferensi pers atas kematian AM saat menuntut ilmu di pondok pesantren tersebut, Selasa (6/9/2022) (SRIPOKU.COM / Oki Pramadani)

"Cukup anak saya saja, jangan sampai ada kekerasan lagi di dunia pendidikan," ucap Soimah seraya menangis pilu saat hadir dalam konfrensi pers di kantor Titis Rachmawati SH Jalan A Rivai Palembang, Selasa (6/9/2022).

Selama konferensi pers berlangsung, Soimah yang terus berurai air mata tak henti memegang erat tangan Rusdi, suaminya. Jelas terlihat pasangan ini saling menguatkan satu sama lain.

Tidak banyak kata-kata yang terucap dari bibir Soimah.

Masih dengan terisak menangis, Soimah berujar, menyerahkan seluruhnya proses hukum kepada tim kuasa hukumnya.

"Semoga kondisi ini tidak terjadi lagi ke depannya," kata dia.

Kesedihan Soimah dan keluarga manakala mereka juga terhalang biaya untuk bisa datang ke Ponorogo Jawa Timur, tempat dugaan kekerasan terjadi. Kuasa hukum Soimah.

Titis Rachmawati SH mengatakan, anggota kepolisian dari Polres Ponorogo yang menghubungi perwakilan keluarga dan mengungkapkan sudah ada 7 orang saksi diperiksa atas peristiwa tersebut.

"Untuk sekarang kasus ini Laporan model A (temuan polisi). Kami masih menunggu perkembangan selanjutnya karena ibu Soimah juga terkendala biaya untuk berangkat ke Jawa Timur.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved