PASRAH Padepokan Ditutup, Gus Samsudin Beri Pesan ke Pengikutnya, Minta Bertafakur: Mati Pun Siap
Gus Samsudin beri pesan ke pengikutnya setelah padepokan ditutup sementara, minta mereka bertafakur.
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
TRIBUNTRENDS.COM - Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin kini ditutup sementara.
Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom mengungkapkan penutupan sementara Padepokan Gus Samsudin ini dilakukan sampai proses mediasinya selesai.
Setelah padepokan ditutup, Gus Samsudin meminta para pengikutnya melakukan sholat malam dan memberikan pesan terkait tafakur.
Hal ini tampak dalam unggahan terbaru di channel youtube Padepokan Nur Dzat Sejati.
Setelah melakukan Sholat malam, Gus Samsudin memberikan pesan kepada para pengikutnya.
Berikut pesannya:
Baca juga: DIUNDANG Lagi, Pesulap Merah Tegas Tolak, Tantang Gus Samsudin Gantian Menemuinya: Bawa Keris Petir
Baca juga: SETELAH Triknya Dibongkar Pesulap Merah, Kini Terkuak Tarif Pengobatan Gus Samsudin, Benarkah Mahal?
1. Ajak pengikutnya bertafakur
Di awal video, Gus Samsudin menjelaskan arti tafakur dan mengapa mereka harus melakukan itu.
"Anak-anakku semuanya, malam ini panjenengan semua Abah ajak untuk bertafakur.
Tafakur itu artinya berdiam diri. Sebelum kita benar-benar didiamkan oleh Allah SWT. Sudah tidak bisa bergerak sama sekali.
Oleh sebab itu, ketika kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk berdiam diri, memasrahkan semuanya kepada Allah SWT, bukan menuhankan diri kita sendiri.
Maka, Abah minta panjenengan melakukan ini. Berdiam diri, duduk langsung di tanah. Supaya kita bisa belajar wataknya tanah," terangnya dalam video.
2. Pentingnya belajar ilmu
Gus Samsudin melanjutkan bahwa mempelajari sebuah ilmu, baginya sangat penting. Karena agar mereka tahu mengenai tujuan hidup.
"Belajar keilmuan itu penting. Agar kita tahu tujuannya hidup.
Jika kita tahu tujuannya hidup, maka hidup kita akan tenang. Tidak mudah gupuhan dan tidak mudah bingungan," lanjutnya.
Setelah itu, Gus Samsudin mengajak seluruh santrinya untuk berdzikir dan melantunkan nama Allah SWT.
3. Minta para pengikutnya menahan diri
Dalam video berdurasi kurang lebih satu jam itu, Gus Samsudin juga bercerita pada para santrinya bahwa saat ini dia merasa terdzalimi.
Ini merujuk pada kejadian yang beberapa hari ini menimpanya.
Termasuk serangan dari Pesulap Merah juga aksi warga desa yang meminta Padepokan Nur Dzat Sejati untuk ditutup.
Dia kemudian meminta pada santrinya untuk bisa menahan diri dan tidak terprovokasi dengan kabar berita yang ada.
"Bahkan ketika mereka mau membakar atau menghancurkan padepokan, jangan ada yang bertindak hingga membalas. Cukup dilihat saja. Karena semua ada proses hukum," pintanya.
Gus Samsudin juga bersumpah dengan menyebut nama Allah SWT, tidak mengizinkan satu santri pun untuk membalas perbuatan yang ditujukan pada Padepokan Nur Dzat Sejati.
4. Siap dengan segala kemungkinan
Dia pun mengingatkan, jika terjadi sesuatu pada padepokan, itu terjadi atas kehendak Allah SWT.
"Ingat, semuanya ini, bangunan sampai harta, semuanya adalah milik Allah SWT, bukan milik kita. Walaupun saya nanti miski atau mati pun, saya siap," ujarnya.
Di tengah memberikan ceramah, salah satu santri dari Padepokan Nur Dzat Sejati diduga kerasukan.
Melihat itu, Gus Samsudin meminta beberapa orang untuk membantu santri yang tengah kerasukan itu.
Tak lama setelah itu, satu santri lainnya tiba-tiba menangis di sela ceramah Gus Samsudin. Kemudian satu per satu santri pun ikut menangis.
Pada akhir video, Gus Samsudin meminta seluruh santrinya untuk sabar menghadapi permasalahan yang saat ini ada. Dia menganggap, permasalahan yang ada saat ini adalah ujian dari Allah SWT.
Berikut video selengkapnya: LINK
Bantah Penutupan Padepokan
Diketahui, Imbas konflik antara Gus Samsudin dan Pesulap Merah yang kini viral berbuntut panjang.
Imbasnya, Padepokan Nur Dzat Sejati yang diasuh oleh Gus Samsudin tidak beroperasi untuk sementara waktu.
Namun, Gus Samsudin tidak membenarkan atau membantah istilah penutupan yang kini santer diberitakan.
Bahkan dirinya juga mengatakan bahwa Padepokan Nur Dzat Sejati telah mengantongi izin praktik.
Sebelumnya, viral di media sosial perseteruan antara Gus Samsudin dan Pesulap Merah.
Adapun yang penyebab awal konflik tersebut karena Pesulap Merah atau Marcel Radhival memberikan reaksi pada teknik pengobatan Gus Samsudin.
Dirinya mangatakan bahwa selama ini Gus Samsudin hanya menggunakan trik sulap receh yang menipu masyarakat.
Di pihak lain, Gus Samsudin yang merasa tidak melakukan pembohongan pun mengundang Pesulap Merah untuk datang ke Padepokan Nur Dzat Sejati di Blitar, Jawa Timur.
Namun setelah keduanya bertemu, masalah menjadi membesar bahkan berujung penutupan padepokan untuk sementara waktu.
Kasus penutupan Padepokan Nur Dzat Sejati pun masih bergulir.
Terbaru, telah dilakukan mediasi antara Gus Samsudin dengan Desa Rejowinangun di Kantor Polres Blitar pada kemarin, Selasa (2/8/2022) malam.
Setelah agenda mediasi yang berlangsung hingga tujuh jam tersebut, Gus Samsudin angkat suara.
Dirinya membantah istilah penutupan yang selama ini ramai diberitakan.
Gus Samsudin mengatakan bahwa upaya yang dilakukan adalah tindakan untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
“Jadi tidak ada kata penutupan, hanya untuk mengkondusifkan. Tetap seperti biasa yang penting kondusif dulu saja. Kondusif kegiatan, yang penting bisa dikondusifkan. Gitu aja,” ujar Gus Samsudin usai mengikuti mediasi di Kantor Polres Blitar, melansir Kompas.com.
“Jadi intinya ya dalam mediasi tadi bahwa untuk menjaga keamanan kita sama-sama mengondisikan antara padepokan dan masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menambahkan terkat legalitas aktivitas di Padepokan Nur Dzat Sejati.
Gus Samsudin mengatakan bahwa padepokannya telah memiliki izin praktik pengobatan dan perizinan lokasi dari pihak yang berwenang.
Katanya, selama proses mediasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar juga membenarkan adanya izin praktik pengobatan tradisional yang dijalankan padepokan.
“Tadi dari dinas kesehatan sudah mengizinkan tidak ada masalah. Tempatnya juga tidak. Sekarang ini hanya dari opini media sosial bahwa saya melakukan penipuan. Tapi sama sekali tidak ada masalah dari segi hukum,” jelas Gus Samsudin.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan terkait padepokan yang menurutnya menjadi korban pembentukan opini di media sosial.
“Sebab sekarang ini sedang terjadi opini di media sosial bahwa padepokan itu melakukan penipuan. Padahal itu sama sekali tidak bisa dibuktikan,” ujar Gus Samsudin.
“Dan itu adalah sebuah kebohongan atau fitnah menurut kami,” tambahnya.
Gus Samsudin dan Padepokan Nur Dzat Sejati memang dikenal aktif mengunggah konten video di YouTube.
“Inilah hebatnya media sosial ya. Hanya karena opini kemudian terjadi masalah yang seperti ini,” tuturnya.
Ia tidak menyebut nama Pesulap Merah atau Marcel Radhival. Pria berambut panjang itu hanya menyebut opini tersebut sebenarnya berasal dari satu orang saja.
Namun, kata Samsudin, opini dari satu orang di media sosial itu memancing masyarakat luas hingga berujung pada tuntutan penutupan padepokan.
“Ini kan sebenarnya sebuah opini saja dari seseorang di media sosial sehingga orang lain ikut terpancing dalam masalah ini,” kata Samsudin.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul 4 Pesan Gus Samsudin ke Para Pengikutnya Setelah Padepokan Ditutup Sementara: Mati pun Saya Siap