Breaking News:

Ramadhan 2022

CIRI-CIRI Orang yang Dapat Malam Lailatul Qadar, Lengkap dengan Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan

Berikut ini ciri-ciri orang yang mendapat malam Lailatul Qadar beserta amalan 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
Tribunnews.com
Ilustrasi bulan Ramadhan 

TRIBUNTRENDS.COM - Malam Lailatul Qadar adalah salah satu malam istimewa di Bulan Ramadhan.

Setiap umat Muslim tentu menantikan malam Lailatul Qadar dan tak sedikit yang ingin mendapatkan malam kemuliaan tersebut.

Lantas, apa saja tanda-tanda orang yang mendapat malam Lailatul Qadar?

Berikut ini ciri-ciri orang yang mendapat malam Lailatul Qadar beserta amalan 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Baca juga: DOA Sahur & Niat Puasa Ramadhan, Jangan Lupa Lakukan Amalan Ini Jelang Subuh, Ganjarannya Pahala

Baca juga: 5 Amalan Ini Dilakukan Rasulullah SAW saat Buka Puasa, Patut Dicontoh, Insya Allah Panen Pahala

Sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran surat Al Qadar ayat 3-4:

"Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."

Sebelum datangnya Malam Lailatul Qadar, tak ada salahnya mengetahui amalan yang bisa menyambut malam kemuliaan itu. 

Hadis Nabi menyebut agar umat Islam mencari Lailatul Qadar di 10 hari terakhir di bulan Ramadan.

Hal ini seperti sabda Rasulullah: "Carilah malam lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan." (HR. Imam Bukhari).

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Dimana Allah SWT akan memberikan ampunan atas dosa yang lalu.

Sepuluh malam terakhir bulan Ramadan amatlah disukai oleh Nabi Muhammad SAW.

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata, "Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersungguh-sungguh di 10 terakhir di bulan Ramadhan lebih dari pada bersungguh-sungguhnya beliau di hari-hari lainnya." (HR. Muslim dan Ahmad).

Juga Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwasannya "dahulu Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam apabila telah masuk 10 terakhir beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam-malamnya dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Arti dari perkataan 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwasannya beliau "mengencangkan ikat pinggangnya" yaitu beliau bersungguh-sungguh dalam beribadah dan menjauhi istri-istrinya.

Halaman
1234
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved