Breaking News:

Gagal Hapus Informasi Palsu di YouTube, Google Didenda oleh Rusia Sebesar 2 Juta Rubel

Gara-gara Google gagal menghapus informasi palsu di YouTube, Rusia beri denda. Berapa besar dendanya?

Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: Nafis Abdulhakim
pixabay
Ilustrasi YouTube 

TRIBUNTRENDS.COM - Gara-gara Google gagal menghapus informasi palsu di YouTube, Rusia beri denda.

Google dituntut 2 juta Rubel oleh negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu.

Dilansir dari Al Jazeera via Tribunnews.com, Rabu (30/3/2022), regulator komunikasi Rusia telah mengajukan dua kasus administratif terhadap Google Alphabet Inc.

Hal itu lantaran mereka gagal menghapus informasi palsu di platform YouTube.

Badan Eksekutif Federal Rusia, Rozkomnadzor mengatakan, Google bisa didenda senilai hingga delapan juta rubel atau sekira 91.533 USD.

Baca juga: Persatuan Jurnalis Rusia Tuduh YouTube Lakukan Blokir & Sensor, 2 Kanal Hilang, Singgung Norma Hukum

Baca juga: Di Tengah Invasi Rusia, Netflix Kembali Tayangkan Serial Komedi yang Dibintangi Presiden Ukraina

 Youtube
Youtube (freepik.com)

Nominal tersebut setara dengan 20 persen pendapatan tahunannya di Rusia untuk pelanggaran berulang.

YouTube telah menjadi salah satu platform utama dalam 'perang informasi' melawan Rusia.

Sebelumnya, YouTube telah memblokir media yang didanai Pemerintah Rusia.

“Platform Amerika secara terbuka memungkinkan penyebaran konten palsu, yang berisi informasi signifikan yang tidak akurat kepada publik tentang jalannya operasi militer khusus di Ukraina," sebut Roskomnadzor.

Ia juga menyebut, YouTube telah mendiskreditkan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia.

Selain itu juga mendiskreditkan informasi yang bersifat ekstrimis dengan seruan kekerasan terhadap prajurit Rusia.

Negara yang dipimpin Vladimir Putin itu juga telah membatasi akses publik ke aplikasi Twitter, Facebook, dan Instagram.

Pembatasan tersebut dimulai sejak invasi pasukan militernya ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

YouTube blokir kanal-kanal media yang didanai Rusia

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved