Breaking News:

Tak Hanya Blokir Akses, Kini Google Bekukan Media Pemerintah Rusia di Play Store

Google bekukan media pemerintah Rusia di Play Storesetelah kemarin blokir aksesnya.

Editor: Suli Hanna
freepik.com
Ilustrasi perempuan membuka Google Play Store 

Permintaan tersebut disebut disampaikan oleh lembaga yang mengawasi aspek komunikasi, teknologi informasi, dan media massa di Rusia, atau biasa disebut Roskomnadzor.

Baca juga: Tak Hanya Zoom dan Google Meet, 5 Aplikasi Video Call Ini Bisa Diakses Gratis: Skype hingga Slack

Baca juga: Bagaimana Caranya Buat Google Forms Lewat HP? Ternyata Mudah & Cepat, Simak Langkah-langkahnya

Ilustrasi HP Android
Ilustrasi HP Android (pixabay)

Apple, Meta, dan TikTok juga blokir media Rusia

Selain Google, perusahaan teknologi lain juga melakukan aksi serupa.

Apple baru-baru ini juga mengumumkan untuk menghentikan penjualan produknya di Rusia untuk sementara waktu.

Perusahaan asal Cupertino, AS itu juga membatasi akses ke layanan digital seperti Apple Pay serta menghapus aplikasi Sputnik dan RT News dari toko aplikasi App Store.

Dengan demikian, warga Rusia untuk saat ini tidak bisa lagi membeli produk Apple secara resmi di negara mereka.

Apple menambahkan, pihaknya juga telah menonaktifkan data lalu lintas Apple Maps di Ukraina guna melindungi pengguna di sana.

Berbagai langkah ini dilakukan Apple setelah mereka menerima surat dari Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov yang meminta perusahaan tersebut untuk menyetop penjualan produk dan layanan mereka di Rusia.

Induk perusahaan Facebook, Meta juga telah memblokir akun Facebook milik media yang didanai pemerintah Rusia agar konten mereka tidak bisa dimonetisasi melakui iklan.

Selain itu, konten-konten berita dari sejumlah akun berita Rusia juga terkena sensor, sebagai hasil dari penelusuran tim cek fakta di platform tersebut.

Langkah serupa juga dilakukan oleh Twitter yang memblokir iklan sebagai respons perusahaan atas perang Rusia-Ukraina.

Alih-alih Rusia saja, Twitter juga memblokir iklan di Ukraina, demi memastikan visibilitas informasi keselamatan publik.

Lebih rinci, Twitter menangguhkan beberapa rekomendasi tweet dari orang-orang yang tidak memiliki banyak pengikut hingga linimasa yang mengarahkan pengguna ke Moment Twitter yang menyertakan informasi keamanan digital.

Perusahaan juga mengatakan pihaknya secara proaktif memonitor twit agar dapat mendeteksi praktik manipulasi platform-nya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved