Breaking News:

Spotify Ikuti Jejak Platform Raksasa Dunia, Kini Tutup Kantor di Rusia, Protes Invasi di Ukraina

Spotify mengikuti jejak platform raksasa dunia lainnya dalam menanggapi konflik Rusia-Ukraina. Kini tutup kantor di Rusia sebagai bentuk protes.

Editor: Suli Hanna
spotify.com
Aplikasi Spotify 

Pada Juli 2020, Spotify memperluas layanan streaming musiknya ke wilayah Rusia, yang mereka sebut sebagai pasar internasional dengan perkembangan musik paling cepat.

Rusia menjadi salah satu dari 20 pasar streaming terbesar di dunia dengan budaya musik yang sangat kaya seperti yang disampaikan Wakil Presiden Spotify Gustav Gyllenhammar.

“Rusia memiliki budaya musik yang sangat kaya, dan untuk melayani pasar ini dengan baik, kami meluncurkan pengalaman yang dibuat khusus.

Kedatangan Spotify di Rusia, serta 12 negara Eropa tambahan, merupakan langkah besar ke depan dalam strategi pertumbuhan global kami secara keseluruhan.” kata Gustav Gyllenhammar.

Dengan memperluas layanan streamingnya, peluncuran Spotify di Rusia akan membuka pintu bagi 250 juta pengguna untuk mendengarkan musik baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Pada saat yang sama, Spotify juga meluncurkan layanannya di wilayah lain, yaitu Albania, Belarusia, Bosnia dan Herzegovina, Kroasia, Kazakhstan, Kosovo, Moldova, Montenegro, Makedonia Utara, Rusia, Serbia, Slovenia, dan Ukraina untuk menikmati pengalaman bmendengarkan musik yang mencakup 50 juta lagu, 4 miliar daftar putar, dan fitur personalisasi musik yang dilokalisasi.

Berdasarkan data dari statista.com, pendapatan pasar streaming musik di Rusia pada tahun 2018, posisi pertama ditempati oleh Apple Music, sebesar 28 persen.

Dua pemain besar lainnya di segmen tersebut adalah layanan streaming musik dari situs jejaring sosial terbesar di Rusia Vk.com, Boom.

Kemudian di posisi selanjutnya ada layanan streaming audio Yandex Music, yang sahamnya tercatat di bawah 26 persen, dan disusul YouTube Music, sebesar 5,2 persen.

Pada tahun itu, platform streaming musik di Rusia memperoleh total 4,7 miliar rubel Rusia dari model pendapatan iklan dan langganan berbayar.

Hal ini tentunya menggiurkan minat penyedia layanan streaming musik di dunia untuk mengembangkan bisnisnya di Rusia.

Baca juga: Traffic Google Maps di Ukraina Dimatikan, Warga Tak Bisa Pantau Kondisi Real Time demi Keamanan

Baca juga: Nikah Saat Invasi Rusia, Acara Nikah Pasangan Ukraina Ini Diiringi Sirine Serangan Udara: Menakutkan

Ilustrasi Spotify pada ponsel
Ilustrasi Spotify pada ponsel (Pixabay)

Spotify dan Apple Music didesak tunjukkan dukungan

Anggota komunitas musik Ukraina mendesak platform streaming musik seperti Apple Music dan Spotify untuk mengizinkan artis negara tersebut berbagi pesan politik di kedua platform itu sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Musisi Ukraina berusaha untuk memanfaatkan platform streaming digital untuk menyampaikan kejadian dan peristiwa yang terjadi di negara mereka kepada Rusia dan dunia.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved