Breaking News:

Konflik Menegang, Rusia Batasi Akses ke Facebook, Terungkap Alasannya

Konflik dengan Ukraina menegang, Rusia batasi akses ke Facebook. Tujuannya untuk melindungi media-media lokal di sana.

Editor: Suli Hanna
freepik.com
Rusia batasi akses ke Facebook (foto ilustrasi) 

TRIBUNTRENDS.COM - Konflik Ukraina dan Rusia memanas.

Kini peristiwa tersebut menjadi perhatian dunia.

Rusia telah mengambil tindakan terkait akses jejaring sosial media.

Pemerintah Rusia membatasi sebagian akses ke jejaring sosial Facebook.

Hal ini disebabkan media sosial di bawah naungan Meta tersebut tidak menghiraukan permintaan Rusia untuk menyetop pengecekan fakta dan pemberian label terhadap sejumlah akun media Rusia.

Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, mengatakan bahwa tindakan Facebook tersebut justru melanggar hak dan kebebasan warga negara Rusia.

Baca juga: Ditujukan Bantu Ukraina, Senjata Kiriman Barat Ternyata Sudah Disita Rusia, Ada Rudal Javelin

Baca juga: Perang Ukraina-Rusia Pengaruhi Harga Emas, 5 Aplikasi Ini Bisa Bantu Cek Harga Emas Hari Ini

Rusia batasi akses Facebook
Rusia batasi akses Facebook (tangkapan layar Twitter)

Ada empat media milik Rusia yang dilabeli Facebook yakni RIA, TV Zvezda, situs gazeta.ru, dan lenta.ru.

"Sesuai dengan keputusan, mulai 25 Februari, Roskomnadzor memberlakukan pembatasan akses sebagian di jejaring sosial Facebook," ungkap pihak Roskomnadzor, selaku regulator komunikasi di Rusia.

Executive Facebook, Nick Clegg, mengonfirmasi pembatasan tersebut melalui pernyataan terbarunya yang diunggah di Twitter dengan handle @nickclegg.

"Kemarin, pemerintah Rusia meminta kami untuk menyetop proses independent fact-checking dan concent labelling yang dialami oleh empat media berita lokal di Facebook.

Kami menolaknya dan walhasil, mereka bakal membatasi akses Facebook di sana," ujar Nick.

Menurut Nick, pihaknya menolak untun menyetop proses pencarian fakta dan pelabelan konten lantaran masih banyak warga Rusia yang menggunakan Facebook sebagai wadah untuk bersuara.

"Kami ingin warga Rusia tetap menyampaikan pendapatnya, serta membagikan apa yang sedang terjadi melalui Faceobok, Instagram, WhatsApp, dan Messenger," imbuh Nick.

Adapun permintaan pemerintah Rusia untuk menyetop proses cek fakta dan pelabelan konten di Facebook tadi dilatarbelakangi oleh keinginan mereka untuk melindungi media-media lokal di sana.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Jadi Trending Topik, Ini 8 Akun Twitter yang Bisa Diikuti agar Terus Update

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Jadi Trending Topik, Ini 8 Akun Twitter yang Bisa Diikuti agar Terus Update

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved