Kisah Dibalik Rambut Song Joong Ki yang Sering Diikat Sewaktu Kecil, Marah Kalau Dibilang Cantik
Ceritakan masa kecilnya, Song Joong Ki ungkap alasan rambutnya dulu sering diikat.
TRIBUNTRENDS.COM - Ceritakan masa kecilnya, Song Joong Ki ungkap alasan rambutnya dulu sering diikat.
Song Joong Ki kini dikenal sebagai aktor papan atas Korea Selatan.
Di balik personanya yang terlihat kalem, siapa sangka jika mantan suami Song Hye Kyo ini dulunya adalah anak nakal.
Hal itu diakui sendiri oleh Song Joong Ki dalam sebuah acara fan meeting.
Baca juga: CERAI dari Song Hye Kyo, Keinginan Song Joong Ki Miliki Anak Kembar Kandas, Fans: Ini Kesempatan!
Baca juga: Finally! V BTS Aktif Medsos Lagi, Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke RM, ARMY Langsung Sambut Bahagia

Pada tanggal 7 Mei 2021 lalu, sang aktor mengadakan fan meeting online bertajuk 'Song Joong Ki, Live'.
Di sana ia menghabiskan waktu bersama para penggemarnya.
Song Joong Ki berbincang tentang berbagai topik dengan penampilan tamu spesial.
Dalam acara tersebut, binta drama Vincenzo itu juga mengenang kembali masa kecilnya dan berbagi beberapa cerita.
Awalnya Song Jong Ki ditunjukkan fotonya saat masih kecil.
Ia kemudian ditanya tentang tingkat kesulitan dalam mengasuh Song Joong Ki kecil.
Song Joong Ki menyebut bahwa sebagian besar foto masa kecilnya menunjukkan rambutnya diikat.
Dia menjelaskan, "Ini yang saya dengar dari orang tua saya, ketika melihat foto kecil saya, sebagian besar rambut saya diikat. Saya pikir orang tua saya menginginkan anak perempuan sebagai anak kedua mereka sehingga mereka mengikatnya seperti itu. Mereka mengatakan bahwa saya marah ketika orang dewasa mengatakan saya cantik."

Sang aktor juga mengejutkan para penggemarnya ketika menjelaskan bahwa dia dulunya adalah anak nakal.
Song Joong Ki mengaku telah memecahkan akuarium kelas sebanyak tiga kali dalam satu tahun ketika masih di taman kanak-kanak.
Dia menjelaskan, "Saya berada di kelas bunga aprikot tetapi saya selalu berada di kelas bunga azalea karena gadis yang saya sukai ada di sana. Saya tidak terkendali."
(Tribuntrends/ Amr)